Tandaseru — 16 program studi (prodi) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun (FKIP Unkhair) mengikuti Workshop Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Workshop itu resmi dibuka Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M di Aula Mini Kampus I Unkhair, Akehuda, Ternate Rabu (12/8/2026).
Kegiatan berlangsung selama tiga hari hingga 14 Agustus 2026, yang merupakan bagian dari upaya FKIP Unkhair memperkuat kurikulum berbasis capaian pembelajaran, menuju akreditasi internasional.
Dalam pembukaan tersebut turut hadir Wakil Rektor I Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si., Wakil Rektor III Hi. Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H, Dekan FKIP Unkhair Prof. Dr. Abdu Mas’ud, S.Pd., M.Pd, serta jajaran pimpinan fakultas, ketua jurusan, dan koordinator program studi.
Ke-16 prodi yang mengikuti workshop terdiri atas Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan IPA, PGSD, PGPAUD, PPKn, Pendidikan Geografi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, serta Pendidikan Profesi Guru. Selain itu, empat program magister juga terlibat, yakni S2 Pendidikan IPA, S2 Pendidikan Matematika, S2 Pendidikan Biologi, dan S2 Pendidikan IPS.

Workshop menghadirkan narasumber pendamping, Ir. Hendy Santosa, S.T., M.T., Ph.D, dari Universitas Bengkulu (Unib).
Rektor Unkhair mengatakan, penerapan kurikulum berbasis OBE bukan sekadar perubahan dokumen akademik, tetapi bagian dari transformasi mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, OBE mengubah orientasi pembelajaran dari sekadar apa yang diajarkan dosen menjadi kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pernyataan yang harus kita jawab secara sistematis adalah kompetensi apa yang harus dimiliki mahasiswa ketika mereka lulus. Hal tersebut diwujudkan mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, hingga sistem asesmen yang terintegrasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, target akreditasi internasional tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya mendapatkan pengakuan formal.
“Akreditasi internasional adalah instrumen untuk memastikan mutu pendidikan di Universitas Khairun, benar-benar memenuhi standar internasional,” kata Prof. Abdullah.
Prof. Abdullah juga menekankan, pencapaian target tersebut menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pimpinan fakultas atau pengelola prodi. Dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, alumni, hingga para pemangku kepentingan memiliki peran dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Melalui workshop ini, Prof. Abdullah berharap ke-16 prodi dapat menyusun dan menyelaraskan kurikulum berbasis OBE secara sistematis, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, hingga sistem asesmen.
Hasil workshop, tambah Prof. Abdullah, nantinya menjadi salah satu fondasi bagi FKIP Unkhair dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mempersiapkan program studi menuju standar akreditasi internasional.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.