Tandaseru — Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Rusli Sibua, mengeluarkan surat edaran bernomor 100.3.4.2/39/PM/VII/2026 berisi imbauan pencegahan kebakaran hutan, lahan, dan sampah secara terbuka di tengah ancaman musim kemarau panjang. Imbauan ini disampaikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai guna mengantisipasi kerugian harta benda, gangguan kesehatan masyarakat, serta kerusakan lingkungan.
Dalam edaran tersebut, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar semak belukar, kebun, maupun lahan kosong, serta tidak membakar sampah di tempat terbuka terutama saat cuaca panas dan berangin. Warga juga diimbau tidak meninggalkan api unggun, bara api, maupun puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik, kompor, dan tabung gas.
Pemerintah Daerah menginstruksikan penyediaan peralatan pemadam sederhana di rumah, kantor, dan tempat usaha, serta meminta warga segera melapor ke Pemerintah Desa, Kecamatan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI/POLRI, atau instansi terkait jika menemukan titik api.
Selain kepada masyarakat umum, Bupati menginstruksikan Pemerintah Desa dan Kecamatan mengintensifkan sosialisasi, memantau wilayah rawan kebakaran, mengaktifkan sistem kesiapsiagaan, dan melakukan langkah pencegahan cepat. Pelaku usaha di Morotai turut diwajibkan melakukan pengawasan berkala pada wilayah operasionalnya, menyiapkan personel dan sarana prasarana pemadam, serta berpartisipasi aktif dalam upaya penanganan.
Pemerintah menegaskan, setiap pelanggaran yang mengakibatkan kebakaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan hutan, lingkungan hidup, dan penanggulangan bencana. Seluruh Camat, Kepala Desa, dan Perangkat Daerah diminta melakukan pengawasan serta menyampaikan imbauan ini secara berkesinambungan.
Langkah pencegahan ini dikeluarkan seiring masih maraknya insiden di lapangan. Berdasarkan pantauan media pada Rabu (12/8/2026), kebakaran semak belukar masih terus terjadi di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Pulau Morotai.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.