Tandaseru – Upaya menekan laju inflasi di Kota Ternate terus digalakkan. Kali ini, para distributor komoditas barito (bawang, rica, tomat) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara bersiap menggelar program pasar pangan murah yang menyasar sejumlah wilayah strategis.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Ternate sekaligus distributor Barito, Nurjaya Hi. Ibrahim, menyatakan kegiatan rutin ini menjadi langkah konkret mengintervensi dan menjaga stabilitas harga pangan di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Untuk menekan lajunya inflasi, kami para distributor bersama BI akan menggelar pangan murah. Dari BI mengusulkan agar kami terus melakukan kegiatan pangan murah sebagai upaya menekan harga bahan pokok,” kata Nurjaya, Kamis (2/7/2026).

Menurut Nurjaya, program yang digelar berkala ini diyakini mampu memengaruhi psikologis pasar. Ketika sebagian besar masyarakat beralih berbelanja ke lokasi pangan murah, para pedagang di pasar tradisional secara otomatis akan menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.

Dirinya menambahkan, kepercayaan dari Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara untuk terlibat dalam program ini diberikan karena kapasitasnya sebagai distributor yang mampu melakukan intervensi harga secara langsung saat terjadi lonjakan.

“Sebagai distributor dan wakil rakyat, saya harus bisa melaksanakan ini agar masyarakat mendapatkan harga-harga spesial,” ujarnya.

Program pangan murah ini direncanakan menyasar wilayah padat penduduk dan akan dilaksanakan mulai pekan depan dengan detail sebagai berikut:

  • Waktu Pelaksanaan: Setiap hari Jumat dan Sabtu (dua kali dalam sepekan).
  • Target Lokasi (Bergilir): Kelurahan Ubo-Ubo, Kelurahan Bastiong, dan Kelurahan Kalumata.
  • Komoditas yang Dijual: Beras kemasan 5 kilogram, gula pasir, minyak goreng, serta komoditas barito (bawang merah/putih, rica/cabai, dan tomat).

Nurjaya berharap program ini dapat menjadi bantalan ekonomi yang efektif bagi masyarakat Ternate.

“Harapan kami, masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah sehingga beban akibat kenaikan harga dapat berkurang,” pungkasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter