Tandaseru – Aktivis muda Halmahera Selatan, Maluku Utara, Arfan Rusli Andili, menilai melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi alarm keras yang perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Menurut Arfan, kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama melalui kenaikan harga kebutuhan pokok serta meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang.
“Rupiah yang terus melemah dan BBM yang naik adalah alarm keras bagi pemerintah. Jangan sampai kondisi ini dianggap biasa, karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil,” kata Arfan, Rabu (10/6/2026).
Ia menyebut pelemahan rupiah dapat memengaruhi harga berbagai kebutuhan masyarakat, sementara kenaikan BBM berisiko menambah tekanan terhadap daya beli rakyat.
Karena itu, Arfan meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.
“Pemerintah harus hadir dengan solusi yang nyata. Rakyat membutuhkan kepastian bahwa kondisi ekonomi dapat dikendalikan dan kesejahteraan mereka tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Selain itu, Arfan menilai kepercayaan publik terhadap pemerintah sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam merespons persoalan ekonomi yang berkembang. Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada serta memperkuat langkah-langkah yang dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi.
“Ini bukan soal menyalahkan siapa pun, tetapi bagaimana pemerintah dapat merespons situasi ini dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Alarmnya sudah berbunyi, sekarang saatnya bertindak,” tegasnya.
Arfan juga berharap pemerintah pusat mengambil langkah konkret untuk menjaga nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan kebijakan energi tidak semakin membebani masyarakat di berbagai daerah.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.