Tandaseru – Sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kembali mengeluhkan buruknya fasilitas mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di wilayah pusat kota. Gangguan pada mesin tersebut memicu antrean panjang dan kekecewaan warga yang hendak bertransaksi.
Pantauan di lokasi, Rabu (10/6/2026) sekira pukul 19.18 WIT, para nasabah tampak mengular menarik uang tunai di unit BRI. Namun, antrean tersebut berujung sia-sia lantaran mesin ATM tidak dapat memproses penarikan tunai.
Ari, salah satu nasabah yang ditemui di kawasan Taman Kota Daruba, mengekspresikan kekesalannya setelah lama mengantre tanpa hasil.
“Iya, mesin tidak bisa dari tadi. Banyak orang gagal melakukan penarikan, sangat mengecewakan,” ujar Ari kepada wartawan.
Menurut Ari, kekecewaan nasabah bertambah karena indikator pada layar monitor mesin ATM atau Cash Recycling Machine (CRM) sebenarnya berwarna hijau—yang menandakan mesin memiliki ketersediaan uang. Namun saat dicoba, uang tunai tetap tidak keluar.
Ia menyebutkan, kerusakan fasilitas perbankan ini bukan pertama kalinya terjadi dan sudah sering berulang.
“Tarik ulang-ulang tapi uang tidak keluar. Mesin ATM BRI ini sering rusak. Kami berharap manajemen BRI di Morotai perlu mengevaluasi, karena hampir keseringan mesinnya rusak,” tegasnya.
Kondisi serupa dilaporkan terjadi pada mesin ATM BRI yang berada di lokasi kantor DPRD, Desa Darame. Meski saat ini statusnya sudah aktif, mesin di lokasi tersebut juga dilaporkan sering mengalami gangguan teknis.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bank BRI Unit Morotai, Ilmar Buamona, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan pada fasilitas ATM tersebut.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.