Tandaseru – Sejumlah ruas jalan di pusat Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menuai keluhan dari warga dan para tukang becak motor (bentor). Kondisi jalan yang rusak berlubang, bahu jalan yang ditumbuhi rumput belukar, hingga tumpukan sampah di saluran drainase dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan merusak estetika kota.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan berlubang sudah terlihat mulai dari kawasan pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Selain lubang yang membahayakan pengendara, penyempitan jalan juga terjadi akibat rumput liar yang dibiarkan tumbuh subur di bahu jalan raya.

Marlon, salah seorang penarik bentor sekaligus warga Desa Gura, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, kondisi terbengkalai ini sudah berlangsung lama sejak masa kepemimpinan bupati sebelumnya namun tak kunjung mendapat perhatian serius.

“Jalan rusak, terus jalan mengecil karena rumput belukar. Kemudian sampah di mana-mana, termasuk di dalam got bertumpukan, tidak dihiraukan oleh Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Marlon, Selasa (9/6/2026).

Marlon berharap Bupati Halmahera Utara saat ini, Piet Hein Babua, dapat lebih memperhatikan penataan ibu kota kabupaten agar terlihat lebih asri.

“Kota kok terlihat kotor, dari pemerintah ke pemerintah Tobelo tidak terurus,” kritiknya.

Senada dengan Marlon, Melkis yang juga warga Tobelo, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera mengambil tindakan nyata.

“Tobelo ini adalah kabupaten yang sudah lama berdiri, tapi kemajuannya (minim), sampah masih di mana-mana, jalan berlubang masih di mana-mana,” cetus Melkis.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas PUPR Halmahera Utara, Willy Jesaya, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yudhihart Noya, belum dapat dihubungi untuk memberikan konfirmasi terkait keluhan warga tersebut.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter