Tandaseru – Anggota DPD RI asal Maluku Utara, R Graal Taliawo, mendesak otoritas pelabuhan dan operator kapal memperketat pengawasan operasional transportasi laut guna mencegah kecelakaan selama arus mudik Lebaran. Sebagai wilayah kepulauan, Maluku Utara dinilai memiliki risiko tinggi jika prosedur keselamatan diabaikan.
Graal menyoroti sejumlah praktik buruk pelayaran yang hingga kini masih sering ditemukan di lapangan. Masalah klasik seperti kelebihan muatan (overkapasitas) hingga minimnya fasilitas penunjang keselamatan menjadi perhatian utama yang harus segera dibenahi sebelum lonjakan penumpang terjadi.
“Kita tidak boleh lagi menyepelekan prosedur keselamatan. Manifest penumpang harus jelas, kapasitas kapal harus dipatuhi, dan perlengkapan keselamatan seperti pelampung harus tersedia sesuai standar,” tegas Graal, Senin (9/3/2026), di Ternate.
Peran Vital Syahbandar dan Faktor Cuaca
Ia menekankan, petugas Syahbandar memegang kunci utama sebagai garda terdepan dalam memastikan kelayakan berlayar. Setiap kapal yang akan bertolak wajib melewati pemeriksaan ketat dan dilarang berangkat jika tidak memenuhi syarat teknis maupun administratif.
Selain kesiapan armada, Graal mengingatkan agar faktor cuaca tidak dipandang sebelah mata. Mengingat karakteristik perairan Maluku Utara yang dinamis, koordinasi dengan pihak terkait mengenai prakiraan cuaca sangat krusial sebelum izin berlayar diterbitkan.
Melalui imbauannya, Graal berharap adanya sinergi yang disiplin antara operator kapal, otoritas pelabuhan, dan aparat pengawas. Hal ini bertujuan menjamin keamanan masyarakat yang sangat bergantung pada moda transportasi laut sebagai urat nadi mobilisasi antar-pulau.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kelalaian kecil berujung pada tragedi besar,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.