Oleh: Anwar Husen
Pemerhati Sosial/Dewan Pakar KAHMI Maluku Utara
_______
Negara dalam batas tertentu saat ini, sedang “bermain domino” dengan kebijakannya
RENTETAN kebijakan dalam perjalanan negara ini, banyak mencirikan pemihakan terhadap desa. Menjadikan desa sebagai garda terdepan pembangunan, sekaligus mengangkat harkatnya.
Di masa orde baru, ada program ABRI Masuk Desa [AMD] yang monumental itu. Ada juga “dana” masuk desa, yang nomenklaturnya Dana Desa [DD]. Teranyar, ada koperasi masuk desa. Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih [KDKMP]. Tapi kali ini lain. Domino masuk desa.
Begini ceritanya. Di Jumat lalu, ada berita media. Nakhodai Pordi Tidore Siap Membumikan Domino Hingga ke Seluruh Desa.
Hal itu diungkap, usai ketua terpilih ini, resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Domino Indonesia [PORDI] Kota Tidore Kepulauan periode 2026-2030.
Prosesi pelantikannya berlangsung di sela-sela pembukaan event Domino Game Tong Caffe Cup 2026 pada Jumat malam, 24 April 2026.
Di Maluku Utara, olahraga domino lagi naik daun. Cabang olahraga pendatang baru ini langsung menggebrak. Beberapa waktu lalu, ada event prestisius di Kota Tidore Kepulauan. Wilayahnya Ketua Umum PORDI Maluku Utara Muhammad Sinen, yang juga walikotanya.
Tak ada hal luar biasa di acara tadi. Statement nakhoda itu saja, yang bikin berita ini rada sensasional. Membumikan domino. Mirip judul buku Quraish Shihab. Bedanya, yang satu membumikan Al-Quran, satunya lagi membumikan domino.
“Membumikan” adalah kata kerja yang berarti mengaktualisasikan, menerapkan, atau membumikan nilai-nilai, ide, atau konsep abstrak ke dalam kehidupan sehari-hari secara nyata. Istilah ini sering digunakan untuk memasyarakatkan gagasan agar mudah dipahami, relevan, dan berdampak praktis. Makna dan penggunaan “membumikan”, menunjuk aplikasi nilai, mewujudkan ide dan nilai luhur menjadi perilaku konkret. Juga bermakna menyederhanakan konsep, seperti membuat hal yang rumit menjadi praktis dan dipahami. Dapat juga bermakna menjadikan sesuatu itu dalam keseharian. Misalnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pemandu mental dan perilaku nyata.
Secara ringkas, makna membumikan adalah proses mengubah sesuatu yang “melangit”, abstrak dan teoretis, menjadi “membumi”. Praktis dan nyata.
Secara demikian, maka makna membumikan Al-Quran adalah tindakan mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Quran ke dalam kehidupan nyata. Al-Quran Menjadi puncak orientasi nilai yang memandu sikap dan prilaku. Di dalam Islam, menyelenggarakan lomba MTQ dan STQ, dapat dipandang sebagai media membumikan nilai-nilai Al-Quran tadi.
Bagaimana konteksnya dengan domino? Olah pikir domino termasuk dalam cabang olahraga otak [mind sport] atau olahraga berbasis strategi. Ada pengakuan sebagai cabang olahraga resmi di Indonesia, yang berfokus pada strategi, ketelitian, dan daya ingat, bukan sekadar permainan untung-untungan.
Sebagai cabang olahraga, tentu ada prinsip-prinsip umum fair play yang dianut. Dan prinsip itu yang menjadi panduan dan orientasi nilainya.
Secara demikian, membumikan domino, lebih tepat bermakna sebagai membumikan nilai-nilai dan pesan sportifitas dalam olahraga domino. Bukan menunjuk pelaksanaan eventnya. Memberikan kapasitas nilai padanya, yang membuat event domino menjadi lebih dari sekadar “ajang cari keringat” dan menguji peruntungan.
Negara dalam batas tertentu saat ini, sedang “bermain domino” dengan kebijakannya. Di dalam negeri, juga dalam hubungan internasional. Tapi terkesan ini lebih pada menguji peruntungan, ketimbang mengusung dan membumikan nilai. Wajah kebijakan dan ketimpangan struktur penganggarannya dalam APBN yang menyisakan banyak perdebatan hingga saat ini, adalah isyaratnya.
Dengan begitu, “domino masuk desa”, harusnya bermakna aktualisasi nilai-nilai kesabaran, ketangguhan, dan daya tahan yang tinggi. Bukan dimaknai sebagai “pelipur lara”, mengalihkan perhatian warga kita pada hal-hal yang hanya sekedar iseng untuk sejenak melupakan beban hidup.
Dan di titik inilah, event domino bisa naik kelas dan turut berperan menjadi lokomotif peradaban. Wallahua’lam. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.