Tandaseru — Pemuda Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara meminta pemerintah lebih cenderung memperhatikan sarana pendidikan berupa Taman Baca Masyarakat (TBM). Hal ini diungkapkan dalam reses Anggota DPRD Maluku Utara Abdul Malik Sillia di Kulaba, Sabtu (12/12) malam.
Tokoh Pemuda Kelurahan Kulaba, Julfikar Motar mengatakan, Pemerintah Provinsi dan Kota harus memperhatikan pemuda dengan tingkat pendidikan terbatas, misalnya pemuda lulusan SMP dan SMA, dengan menyediakan sarana berupa TBM di tiap kelurahan sebagai wadah kegiatan belajar masyarakat.
“Jika pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan, kami yakin akan bisa mengubah Ternate dari pemuda Kulaba. Fasilitas yang kami butuh berupa gedung dan buku,” ujar Julfikar.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Malik Sillia mengatakan, Kelurahan Kulaba merupakan daerah pemilihan yang pada saat Pemilihan Legislatif berhasil memberikan dukungan suara besar sehingga ia memiliki suara terbanyak ke-5 dari 12 politisi senior.
“Saya sangat berterima kasih kepada warga Kelurahan Kulaba. Untuk itu saya akan lakukan sebisa mungkin agar kebutuhan warga di kelurahan terserap ke pemerintah,” tuturnya.
Malik bilang, reses sebelumnya memang hanya ada beberapa aspirasi saja yang bisa direalisasikan mengingat anggaran daerah sebagian besar digeser ke penanganan Covid-19. Bahkan hak-hak legislatif pun sebagian dipangkas untuk penanganan Covid-19.
“Sebagai Anggota Komisi IV, yang mana salah satu mitra kerjanya adalah Dinas Pendidikan, maka aspirasi TBM ini akan saya perjuangkan,” ujarnya.
Sementara Wahad Kaidati, warga Kulaba lain mengatakan, kebutuhan urgen kelurahan khususnya di RT 4 dan RT 2 adalah jembatan penghubung yang merupakan akses jalan penghubung antara dua RT tersebut.
“Memang benar kata Pak Lurah bahwa kebutuhan seperti setapak bisa ditangani oleh Pemerintah Kelurahan, namun seperti jembatan ini kami berharap harus ada kebijakan dari Pemerintah Provinsi,” ucapnya.
Dilansir dari blogspot TBM Nurul Iman, tujuan TBM adalah:
Membangkitkan dan meningkatkan minat baca masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang cerdas dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menjadi sebuah wadah kegiatan belajar masyarakat.
Mendukung peningkatan kemampuan aksarawan baru dalam pemberantasan buta aksara sehingga tidak menjadi buta aksara kembali.
Sedangkan fungsi TBM adalah:
Sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk belajar mandiri, dan sebagai penunjang kurikulum program Pendidikan Luar Sekolah, khususnya program keaksaraan.
Sumber informasi yang bersumber dari buku dan bahan bacaan Iainnya yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat.
Sumber penelitian dengan menyedikan buku-buku dan bahan bacaan Iainnya dalam studi kepustakaan.
Sumber rujukan yang menyediakan bahan referensi bagi pembelajaran dan kegiatan akademik Iainnya.
Sumber hiburan (rekreatif) yang menyediakan bahan-bahan bacaan yang sifatnya rekreatif untuk memanfaatkan waktu senggang untuk memperoleh pengetahuan/informasi baru yang menarik dan bermanfaat.
Sementara manfaat TBM adalah:
Menumbuhkan minat, kecintaan dan kegemaran membaca.
Memperkaya pengalaman belajar bagi warga.
Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri.
Mempercepat proses penguasaan proses penguasaan teknik.
Membantu pengembangan kecakapan membaca.
Menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melatih tanggung jawab melalui ketaatan terhadap aturan-aturan yang ditetapkan.
Membantu kelancaran penyelesaian tugas.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.