Tandaseru — Pedagang ikan di Pasar Rakyat Central Business District (CBD) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera menertibkan para pedagang ikan yang berjualan secara ilegal di bahu jalan raya pusat kota.

Aspirasi tersebut disampaikan para pedagang saat ditemui di lokasi Pasar Rakyat CBD, Sabtu (17/10/2026). Mereka berharap Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua memberikan instruksi tegas kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak aktivitas penjuangan di bahu jalan protokoler.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pedagang ikan masih terlihat berderet menjual dagangannya di sepanjang jalan utama Desa Darame dan Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, baik pada pagi maupun sore hari.

Napo, salah satu pedagang ikan di Pasar CBD, menyayangkan masih banyaknya pedagang yang tidak memanfaatkan fasilitas pasar yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, pemusatan aktivitas jual beli di satu titik sangat penting agar pemerataan pembeli dapat terwujud.

“Di jalan raya setiap hari makin banyak penjual ikan yang berderet. Padahal sudah ada fasilitas pasar yang disediakan, tetapi mereka malah memilih berjualan di jalan,” ujar Napo, Sabtu (17/10/2026).

Napo dan rekan-rekannya berharap penegakan aturan oleh Satpol PP dapat mengembalikan seluruh pedagang ke dalam fasilitas resmi di Pasar Rakyat CBD agar suasana pasar pemerintah tersebut semakin ramai.

“Kami berharap pemerintah dan Satpol PP menertibkan dan mengumpulkan semua pedagang di Pasar CBD, khususnya pedagang ikan di Desa Gotalamo dan Desa Darame. Jika dipusatkan di sini, pasar pemerintah akan ramai pembeli,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengimbau sesama pedagang ikan untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan dan estetika tata kota, terlebih Pulau Morotai terus mengalami perkembangan penataan lingkungan.

“Kita harus mendukung pemerintah dengan tidak mengotori lingkungan jalan raya, terutama dari limbah dan bau menyengat sisa ikan,” tegas Napo.

Desakan penertiban ini juga dinilai mendesak mengingat agenda Morotai Festival (Morofest) yang makin dekat, di mana seluruh kawasan pusat kota diharapkan bebas dari sampah berserakan serta bersih dari aktivitas pedagang kaki lima di bahu jalan.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter