Tandaseru — Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, akhirnya diguyur hujan deras Jumat (16/10/2026) malam. Hujan ini memutus masa kemarau panjang selama hampir empat bulan yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menghanguskan ribuan tanaman perkebunan milik warga.

Dampak kekeringan dan karhutla sebelumnya telah merusak hampir ribuan tanaman warga, seperti cengkeh, pala, kelapa, dan tanaman perkebunan lainnya hingga para petani kehilangan hasil kebun mereka.

Cuaca mendung hitam mulai terpantau sejak pukul 17.00 WIT. Warga Morotai yang menantikan rahmat hujan terus berharap hingga akhirnya hujan deras turun membasahi pusat kota dan sekitarnya sekitar pukul 20.50 WIT. Sampai berita ini diturunkan, hujan deras dilaporkan masih mengguyur wilayah Pulau Morotai.

Kegembiraan warga pun membanjiri media sosial. Banyak masyarakat mengabadikan momen tersebut dan mengunggah ucapan rasa syukur di platform Facebook.

“Alhamdulillah Ujang kuat, dari sore sampe sekrang. Muda-mudahan sampe seterusnya,” tulis akun Facebook @Mandea Madano.

Senada dengan itu, akun Irwati Mala menuliskan harapannya, “Akhirnya yang paling dirindukan semua orang turun hujan, hujan e kalo boleh sampe besok da. Aamiin.”

Ungkapan syukur juga disampaikan oleh pengguna Facebook lainnya, Sri Wahyuni, “Alhamdulillah setelah sekian purnama yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Semoga hujan ini membawa keberkahan buat kita semua Aamiin.”

Rasa syukur turut disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Wijaya. Ia berharap hujan yang turun selama periode fenomena El Nino ini dapat meredakan karhutla dan memulihkan kondisi udara.

“Alhamdulillah malam ini setelah empat bulan baru merasakan telah turun hujan. Terima kasih ya Allah atas rahmat-Mu yang luar biasa,” ucap Akri.

Ia juga menambahkan harapannya agar durasi hujan bertahan lebih lama guna menghilangkan kabut asap serta membantu pemulihan lahan pertanian warga.

“Semoga hujan turun ini sedikit lama, agar udara berupa kabut asap kembali pulih ditengah kebakaran hutan dan lahan yang selama ini kami hadapi, sehingga tanaman masyarakat yang terbakar bisa tumbuh kembali dan masyarakat petani beraktivitas kembali di kebun,” tandasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter