Tandaseru — Universitas Khairun membekali 49 mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dengan wawasan kebangsaan.

Program ini diarahkan guna menumbuhkan cinta tanah air, merawat toleransi, dan membentuk karakter generasi muda di tengah keberagaman Indonesia.

Dari total peserta, 47 mahasiswa merupakan putra-putri asli Papua, satu mahasiswa berasal dari keluarga pekerja migran Indonesia di Kairo, Mesir, dan satu mahasiswa lainnya berasal dari wilayah 3T di Desa Waisakai, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, secara resmi membuka kegiatan itu di Halmahera A Meeting Room, Bela Hotel, Ternate, Jumat (16/10/2026), malam.

Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026, ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT).

Beasiswa ADik, kata Prof. Abdullah, merupakan wujud kehadiran negara untuk membuka akses pendidikan tinggi berkualitas, bagi putra-putri Indonesia dari wilayah afirmasi.

Ia mengingatkan, kesempatan kuliah tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya mengejar indeks prestasi kumulatif (IPK) atau meraih gelar sarjana. Perguruan tinggi juga menjadi tempat menempa diri untuk mempersiapkan pemimpin masa depan.

“Di tengah keberagaman suku, budaya, ras, dan agama yang kita miliki, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan akan menjaga kalian agar tetap memiliki hati yang Indonesia,” pesan Rektor.

Ia juga mendorong peserta belajar dengan tekun, memperluas jaringan pertemanan, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak.

“Tantangan bangsa ke depan tidaklah mudah. Di pundak kalianlah masa depan Indonesia akan ditopang,” katanya.

Rektor berharap mahasiswa mampu menjaga persatuan, menghormati budaya lokal, serta menumbuhkan sikap toleran di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Unkhair, M. Tahir Abd. Kadir, S.H, mengatakan, penguatan wawasan kebangsaan penting untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.

Menurut Tahir, peserta diharapkan memahami nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Mahasiswa juga dibekali pemahaman tentang toleransi, persatuan, serta kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh sikap intoleransi dan diskriminasi.

“Mari belajar membangun negeri yang damai,” ujarnya.

Selama tiga hari, tambah Tahir, peserta mengikuti sejumlah materi, mulai dari bimbingan akademik, informasi beasiswa ADik, wawasan kebangsaan bersama TNI, motivasi belajar, hingga edukasi bahaya narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Peserta juga dibekali materi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual serta penguatan bidang kemahasiswaan.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, Kepala BPKU, Ir. Nurdewi Rizka, S.P., M.Pd, serta Kepala Bagian Akademik BAKK, Haris Idrus, S.H., M.H.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter