Tandaseru – Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Ternate menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat. Program yang dilaksanakan bersama BPJS Kesehatan tersebut menyasar masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta peserta yang status kepesertaannya tidak aktif.

Direktur Utama RSIJ Group DR. dr. Jack Pradono Handojo MBA., MHA mengatakan, penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung keberlangsungan Program JKN. Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berperan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.

“Rumah sakit tidak hanya mencari keuntungan, tetapi harus memberikan manfaat bagi lingkungan. Karena itu, kami mengalokasikan dana sosial atau dana dakwah untuk program CSR, termasuk membantu kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat,” ujar dr. Jack, Selasa (1/9/2026) di kantor BPJS Kesehatan cabang Ternate.

dr. Jack menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk mengaktifkan kembali peserta nonaktif dan mendaftarkan peserta baru. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh akses layanan kesehatan secara optimal.

“Kegiatan ini kami sinergikan dengan BPJS Kesehatan, sehingga dana CSR yang kami miliki bisa digunakan untuk mengaktifkan kembali peserta nonaktif maupun mendaftarkan peserta baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan fasilitas kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan JKN sebagai program strategis nasional. Selain melalui program tersebut, keterlibatan RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara dalam Program JKN juga mendorong peningkatan kualitas layanan rumah sakit.

Hal tersebut sejalan dengan tingginya proporsi pasien BPJS Kesehatan di RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara yang mencapai lebih dari 90 persen dari total kunjungan pasien.

“JKN adalah program yang sangat mulia. Karena itu, harus kita dukung bersama agar keberlanjutannya tetap terjaga. Kami merasakan dukungan BPJS Kesehatan sangat besar. Dengan mayoritas pasien adalah peserta JKN, kami dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap memenuhi standar yang ditetapkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ternate, dr. Meryta O Rondonuwu, AAK menyampaikan apresiasi atas kontribusi RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara dalam mendukung Program JKN melalui skema CSR. Menurutnya, langkah tersebut membantu mengaktifkan kembali peserta nonaktif, memperluas kepesertaan JKN, serta meringankan beban pembiayaan yang ditanggung pemerintah.

“Program CSR ini sangat membantu dalam mengaktifkan kembali peserta nonaktif dan memperluas kepesertaan. Ini juga meringankan beban pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah,” ujar dr. Meryta.

Meryta menjelaskan, bantuan melalui skema CSR memiliki dampak strategis dalam menjaga keberlangsungan Program JKN, terutama di tengah dinamika jumlah peserta yang terus berubah setiap tahun. Ia menilai, program CSR yang dijalankan RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

Ia melanjutkan, BPJS Kesehatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan melalui pendekatan gotong royong dan pemanfaatan dana sosial yang tepat sasaran.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan seperti RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara. Melalui pendekatan gotong royong dan pemanfaatan dana sosial yang tepat sasaran, kami yakin Program JKN dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendukung pencapaian Universal Health Coverage secara berkelanjutan,” tambahnya.

dr. Meryta berharap, sinergi tersebut tidak hanya meningkatkan keaktifan peserta, tetapi juga membentuk ekosistem jaminan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter