Tandaseru — Sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, menggelar empat kegiatan sekaligus dalam sehari, Senin (31/8/2026), di Auditorium IAIN Ternate, serta masjid kampus. Rangkaian acara marathon ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan perayaan Dies Natalis IAIN Ternate yang ke-60, yang sebelumnya telah dibuka secara resmi sejak 27 Juli 2026.
Empat agenda utama yang dihelat meliputi Edukasi Kebanksentralan, Kuliah Tamu, Diskusi Buku karya Menteri Agama Republik Indonesia, serta Tasyakuran 60 Tahun IAIN Ternate.
Agenda diawali pada pukul 08.00–09.20 WIT dengan Edukasi Kebanksentralan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara bertema “Gaya Hidup Halal dan Dana Sosial”. Acara kemudian dilanjutkan pada pukul 09.30–10.30 WIT melalui Kuliah Tamu oleh Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir yang merefleksikan proses pendidikan manusia dengan merujuk pada visi dan tujuan Nabi Muhammad SAW dalam membangun akhlak.
Pada pukul 10.30–13.20 WIT, kegiatan berlanjut ke Diskusi Buku yang membedah tiga buku karya pemikiran Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Tiga narasumber yang hadir membedah karya tersebut yakni Dr. Herman Oesman, M.Si (dosen Universitas Muhammadiyah Maluku Utara), Prof. Dr. Jubair Situmorang, M.Ag (Guru Besar Fiqih Siyasah IAIN Ternate), dan Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S (Guru Besar Antropolinguistik FIB Universitas Khairun Ternate).
Herman Oesman membedah buku Artikel dan Opini Pilihan setebal 378 halaman dan menyoroti pentingnya kepedulian lingkungan dalam institusi pendidikan Islam.
“IAIN Ternate dapat menjadi pusat ekoteologi Islam, yang mengintegrasikan nilai khalifah, amanah, mizan, dan keadilan ekologis ke dalam kurikulum, riset tambang dan lingkungan, serta pendampingan masyarakat. Tantangan utamanya adalah mengubah ekologi Islam dari wacana ke gerakan akademik dan sosial yang nyata,” kata Herman.
Sementara itu, Prof. Jubair Situmorang membedah buku Pikiran yang Memurnikan menggunakan metode Verstehen untuk memahami makna di balik teks.
“Prof. Nasaruddin adalah seorang Menteri dengan latar belakang keahlian akademik,” ujar Jubair, seraya menambahkan bahwa gagasan yang tertuang berkaitan erat dengan kebijakan operasional sebagai pejabat Menteri Agama.
Diskusi buku ini juga menghadirkan pemaparan selama 20 menit dari Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, KH Farid F. Saenong, melalui fasilitas Zoom Meeting. Pemaparan tersebut mengulas latar pemikiran Prof. Nasaruddin Umar.
Selanjutnya, Prof. Gufran Ali Ibrahim membedah buku Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar melalui pendekatan linguistik dan intertekstualitas.
“Gender, kurikulum cinta, dan ekoteologi dalam SPNU adalah ngokomalako, sebagai titik jumpa: kesamaan dan kesetaraan dalam pusparagam relasi antarmanusia,” ungkap Gufran.
Ia menegaskan, bedah buku ini menjadi ruang akademik bagi sivitas akademika untuk membaca ulang dan menguji pemikiran tentang Islam, kemanusiaan, kebangsaan, gender, dan lingkungan.
Rangkaian acara ditutup dengan Tasyakuran pada pukul 16.00 WIT di Masjid Kampus IAIN Ternate. Tasyakuran ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kemerdekaan RI, serta momentum sejarah berdirinya Fakultas Tarbiyah pada 31 Agustus 1966 sebagai bagian dari IAIN Alauddin Ujungpandang (Makassar), yang kemudian berkembang menjadi STAIN Ternate (1993) dan IAIN Ternate sejak 2013.
“Insyaa Allah, institut ini dapat beralih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Baabullah,” kata Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, M.A.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.