Tandaseru — Kesehatan mental pada masa kehamilan sering kali luput dari perhatian, kalah pamor dibanding pemeriksaan fisik rutin. Gangguan psikologis kerap tidak dianggap sebagai penyakit, padahal jika dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa sangat serius hingga mengancam jiwa. Bagi seorang primigravida—sebutan untuk perempuan yang baru pertama kali mengandung—ketidaksiapan mental dapat mengubah momen berharga kehamilan menjadi pengalaman traumatis.
Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Ternate menggelar program edukasi dan intervensi psikologis bertajuk “Deteksi Dini Masalah Kecemasan Ibu Hamil Primigravida pada Kelas Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gambesi”. Kegiatan yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini berlangsung di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat, 7 Agustus 2026.
Proses deteksi diawali dengan pengisian kuesioner Depression, Anxiety, Stress (DASS) untuk memetakan tingkat kecemasan peserta. Tim pengabdi kemudian menyampaikan materi mendalam menggunakan media Booklet Digital Deteksi Dini Kecemasan pada Ibu Hamil. Booklet ini memuat informasi komprehensif seputar perubahan psikologis masa hamil, dampaknya, hingga langkah penanganan mandiri. Tak hanya aspek mental, pemeriksaan fisik seperti pengukuran tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb) juga dilakukan secara menyeluruh.
Sebagai langkah berkesinambungan, peserta yang terdeteksi mengalami kecemasan akan mendapatkan pendampingan intensif selama dua bulan. Pendampingan ini dijadwalkan sebulan sekali dengan durasi 2×45 menit per pertemuan, dan diakhiri dengan evaluasi posttest.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Asmaryani Hasim, S.ST, M.Keb yang didampingi Rabiah Umanailo, S.ST, M.Keb menegaskan pentingnya penanganan dini terhadap gejolak emosional ibu hamil.

“Kecemasan yang dialami ibu hamil sangat mempengaruhi kondisi fisik dan psikis selama kehamilan bahkan hingga pasca persalinan sehingga diperlukan intervensi yang tepat agar dapat diatasi sedini mungkin,” tegas Asmaryani.
Ia menambahkan, peserta diajarkan teknik relaksasi napas dalam, afirmasi positif, serta visualisasi untuk dipraktikkan secara mandiri di rumah.
“Edukasi kesehatan merupakan kombinasi pengalaman belajar yang direncanakan berdasarkan teori yang menyediakan kesempatan bagi individu, kelompok dan masyarakat untuk memperoleh informasi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan kesehatan yang berkualitas,” lanjutnya.
Suasana kegiatan dipenuhi antusiasme tinggi. Para ibu hamil aktif berdiskusi dan berbagi beban emosional yang mereka rasakan. Setelah membaca booklet digital dan mendengarkan paparan tim, banyak peserta mengaku merasa lebih tenang dan berdaya.
Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dari bidan serta kader kesehatan Puskesmas Gambesi. Diharapkan, Bidan Penanggung Jawab Kelurahan dapat terus mengintegrasikan metode ini ke dalam Kelas Ibu Hamil rutin di wilayahnya.
Profil Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat:
- Asmaryani Hasim, S.ST, M.Keb (Ketua/Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate)
- Rabiah Umanailo, S.ST, M.Keb (Anggota/Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate)
- Nurul Inayah Aleman (Anggota/Mahasiswa)
- Shania S. Domu (Anggota/Mahasiswa)
- Ramlia Abas (Anggota/Mahasiswa)
Melalui pendampingan ini, tim berharap dapat menekan tingkat kecemasan, mencegah komplikasi persalinan, serta membantu para ibu menyambut kehamilan sebagai anugerah terindah dengan kesiapan fisik dan mental yang optimal.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.