Tandaseru — Laga semifinal Mini Soccer Dies Natalis ke-62 Universitas Khairun menyajikan drama yang layak disebut sebagai pertandingan paling menegangkan sepanjang turnamen.
Tim BPKU menunjukkan mental pantang menyerah sebelum akhirnya menyingkirkan Rektorat 2 lewat adu penalti dengan skor 2-0, setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal.
Hasil itu membuat BPKU menang dengan agregat 3-1, di Lapangan Mini Soccer, Kelurahan Kota Baru, Ternate Selatan, Jumat (7/8/2026).
Sejak peluit kick-off dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Rektorat 2 tampil lebih percaya diri pada babak pertama dan berhasil membuka keunggulan. Organisasi permainan mereka terlihat rapi, mampu menguasai lini tengah, serta menutup ruang gerak para penyerang BPKU hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Coach BPKU, Abdul Khalid memainkan kartu trufnya. Ismail Amirudin (7) dimasukkan untuk menghidupkan sektor sayap sekaligus mempercepat transisi menyerang. Bersamaan dengan itu, Aljar Koda (24) dipercaya mengisi lini depan guna menambah daya gedor.
Perubahan tersebut langsung mengubah wajah permainan BPKU. Aliran bola menjadi lebih cepat, tekanan demi tekanan terus dilancarkan, hingga akhirnya menghasilkan gol penyeimbang. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Ismail Amirudin membuka keunggulan BPKU dengan eksekusi yang tenang. Sahril Ade kemudian menggandakan keunggulan melalui tendangan yang gagal dibendung kiper lawan. Penendang terakhir, Usman Bakar (3), memastikan kemenangan setelah sepakannya bersarang mulus di gawang Rektorat 2.
Di kubu Rektorat 2, Arman Adam Ibrahim (12) dan Idhar Said (11), gagal menaklukkan kiper BPKU, Sulfin Saha, yang tampil tenang di bawah mistar.
Coach Rektorat 2, Arifano Bahar, mengakui timnya kehilangan ritme permainan pada babak kedua akibat faktor kebugaran dan cedera yang menimpa salah satu pemain bertahan.
“Para pemain sudah kelelahan. Kami juga kehilangan Erwin karena cedera, sementara Arman yang bermain di lini tengah juga tidak dalam kondisi terbaik. Secara materi pemain sebenarnya kami masih unggul, tetapi sepak bola ditentukan oleh efektivitas di lapangan,” jelas Arifano.
Sementara, Coach BPKU Abdul Khalid, mengatakan perubahan strategi menjadi kunci kebangkitan timnya setelah tertinggal lebih dahulu.
“Kami sempat tertinggal 1-0. Di babak kedua kami mengubah komposisi pemain dengan memasukkan Ismail Amirudin di sektor sayap, memperkuat gelandang bertahan, dan menempatkan Aljar Koda sebagai striker.
Perubahan itu membuat permainan lebih hidup hingga kami bisa menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menang lewat adu penalti,” katanya.
Kemenangan dramatis ini mengantarkan BPKU melaju ke partai final Mini Soccer Dies Natalis ke-62 Unkhair.
Sebelumnya, LPPM lebih dahulu mengamankan tiket final setelah mengalahkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan skor meyakinkan 4-2 pada semifinal pertama.
Koordinator Bidang Mini Soccer Dies Natalis ke-62 Unkhair, Faisal Hi. Djabid, S.H., M.H, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Alhamdulillah, dari babak penyisihan hingga semifinal pertandingan berjalan dengan baik. Memang sempat ada sedikit insiden, tapi tidak mengurangi semangat sportivitas para pemain. Kami berharap partai final besok juga berlangsung aman, tertib, dan melahirkan juara yang benar-benar terbaik,” ujarnya.
Faisal juga berharap, Unkhair ke depan, memiliki lapangan mini soccer berstandar sehingga turnamen olahraga Dies Natalis dapat digelar di lingkungan kampus sendiri.
Partai final Mini Soccer Dies Natalis ke-62 Unkhair akan berlangsung pada Sabtu (8/8/2026). Laga pembuka akan mempertemukan Rektorat 2 melawan FEB dalam perebutan peringkat ketiga. Setelah itu, partai puncak akan mempertemukan BPKU kontra LPPM untuk memperebutkan gelar juara.
Seluruh perhatian kini tertuju pada laga final. BPKU datang dengan modal kemenangan dramatis dan kepercayaan diri tinggi, sementara LPPM mengusung produktivitas gol yang impresif. Satu pertandingan tersisa akan menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi Mini Soccer Dies Natalis ke-62 Unkhair.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.