Tandaseru — Warga di pusat kota Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan layanan PDAM Morotai yang terhenti total sejak satu minggu terakhir. Akibat krisis air bersih tersebut, warga terpaksa membeli air minum isi ulang (galon) untuk memenuhi kebutuhan harian seperti mandi dan mencuci.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan Jalil, warga Kompleks Lemonade, Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Minggu (2/8/2026). Ia mengaku kecewa karena tetap rutin membayar tagihan bulanan, namun pelayanan yang diterima justru tidak maksimal tanpa adanya kejelasan.
“Sudah satu minggu ini kami bolak-balik beli air galon. Bayangkan kalau air seminggu tidak mengalir, padahal ini kebutuhan utama. Akhirnya kami mandi dan cuci piring pakai air galon,” ujar Jalil.
Jalil menyayangkan minimnya komunikasi dari pihak pengelola. Ia berharap PDAM Morotai setidaknya memberikan imbauan atau pemberitahuan resmi jika memang terdapat gangguan pada jaringan pipa, agar masyarakat bisa melakukan persiapan terlebih dahulu.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PDAM Morotai, Fahri Aziz, menjelaskan gangguan pendistribusian air disebabkan menyusutnya pasokan air baku di sumbernya.
“Air baku kering, siang mengalir atau tidak (tidak menentu),” ungkap Fahri singkat saat dikonfirmasi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.