Tandaseru – Dua objek cagar budaya usulan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2026. Kedua objek tersebut adalah Meriam Portugis Manuel Tavares Bocarro dan Rumah Jabatan Gubernur Pertama Irian Barat.

Keputusan itu diambil dalam Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional yang diselenggarakan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, yang berlangsung pada 29–31 Juli 2026.

Ketua TACBN, Surya Helmi, yang memimpin sidang tersebut menyampaikan kedua objek tersebut dinilai memenuhi kriteria kualifikasi nasional karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan bangsa.

Surya menjelaskan, Rumah Jabatan Gubernur Pertama Irian Barat memiliki kaitan sejarah yang erat dengan Sultan Zainal Abidin Syah—Sultan Tidore yang ditunjuk Pemerintah RI sebagai Gubernur Pertama Irian Barat dan kini telah berstatus Pahlawan Nasional. Objek ini menjadi saksi penting proses integrasi Irian Barat ke dalam NKRI.

Sementara itu, Meriam Portugis Manuel Tavares Bocarro merupakan bukti sejarah hubungan bangsa Eropa, khususnya Portugis dan Spanyol, dengan Kesultanan Tidore pada masa kolonial. Penemuan ini memperkuat narasi sejarah perkembangan kawasan Maluku Utara di tingkat nasional.

Dengan bertambahnya dua objek ini, jumlah Cagar Budaya Peringkat Nasional dari Provinsi Maluku Utara kini genap menjadi 10 objek.

Dalam kesempatan tersebut, TACBN juga merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi Maluku Utara meningkatkan langkah pelindungan cagar budaya terhadap potensi kerusakan, serta mendorong pengaktifan kembali Museum Perang Dunia II di Pulau Morotai.

Menanggapi penetapan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, berharap status baru ini dapat memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan sejarah di daerah. Menurutnya, penetapan ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan penguat identitas bangsa.

Adapun delegasi Maluku Utara yang hadir dalam sidang tersebut dipimpin langsung oleh Kadisdikbud Abubakar Abdullah, didampingi Kabid Kebudayaan Darwin A. Rahman, Jojau Kesultanan Tidore Ishak Nasir selaku narasumber, TACB Provinsi Maulana Ibrahim, PJ Cagar Budaya Provinsi Restu Imaniar, serta Sespri Kadisdikbud M. Daffa Madyatama.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter