Tandaseru — Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi dan Reguler Universitas Khairun (Unkhair) Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, mengajak puluhan siswa sekolah dasar (SD) melakukan Kunjungan Literasi ke museum Kedaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini diikuti siswa dari SD Negeri 40 Kota Ternate, SD Negeri 39 Kota Ternate, SD Negeri 38 Kota Ternate, dan SD Alkhairaat Kota Ternate. Melalui kunjungan itu, para siswa diajak mengenal sejarah, dan budaya Kesultanan Ternate secara langsung sebagai bagian dari penguatan literasi berbasis pengalaman.

Koordinator KKN Tematik Literasi Unkhair, Nurmahda Ngofangare, mengatakan kegiatan itu menggunakan pendekatan experiential learning, sehingga siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi mengamati, dan berinteraksi langsung dengan objek-objek bersejarah.

“Anak-anak diajak mengenal sejarah Kesultanan Ternate, tokoh-tokoh kesultanan, masyarakat adat, simbol-simbol budaya, arsitektur Kedaton, hingga berbagai koleksi dan peninggalan sejarah,” jelasnya.

Menurut Nurmahda, para siswa mengikuti penjelasan pemandu dan mencatat informasi penting selama kunjungan. Pembelajaran berbasis pengalaman ini diharapkan membuat mereka lebih mudah memahami sejarah dan budaya Ternate.

Ia menilai pengenalan sejarah dan budaya sejak dini merupakan bagian penting dalam membangun karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

“Melihat langsung objek sejarah membuat anak-anak lebih mudah memahami nilai-nilai budaya, dan menguatkan kecintaan terhadap warisan Maluku Utara,” katanya.

Terpisah, Koordinator KKN Reguler Unkhair, Arman Husemahu, menambahkan HAN merupakan momentum untuk menghadirkan ruang belajar, yang menyenangkan, sekaligus bermakna bagi anak-anak.

Literasi, kata Arman, tidak hanya tumbuh melalui membaca di dalam kelas, tetapi pengalaman mengenal lingkungan, sejarah, dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan minat belajar, memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, serta mendorong anak-anak mengenal sejarah daerahnya sejak usia dini,” harapnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter