Tandaseru — Lima mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (FPIK Unkhair) Ternate, Maluku Utara, berhasil menyelesaikan ujian tesis dalam waktu satu tahun satu bulan.

Capaian itu didukung pola pembelajaran berbasis riset yang diterapkan sejak semester pertama. Penelitian mahasiswa diarahkan pada persoalan nyata sektor kelautan dan perikanan di Malut.

Salah satu mahasiswa tersebut adalah Muhja La Saihi yang meneliti kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Hasil penelitian itu diharapkan menjadi data dasar bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan budidaya secara berkelanjutan.

Koordinator Prodi Magister Ilmu Kelautan Unkhair, Prof. Dr. Muh. Aris, S.Pi., M.P, mengatakan perubahan kurikulum membuat tahun pertama difokuskan pada penelitian dan penyusunan tesis.

“Kami mengubah kurikulum sehingga riset dimulai sejak semester pertama. Tahun pertama difokuskan untuk penelitian dan penyusunan tesis, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam tiga semester,” ujar Guru Besar Bidang Manajemen Kesehatan Ikan Unkhair itu di Ruang Ujian III Gedung Pascasarjana Unkhair, Selasa (22/9/2026).

Skema itu, kata Prof. Aris, memangkas masa studi yang sebelumnya rata-rata mencapai empat hingga lima semester. Topik riset mahasiswa juga disesuaikan dengan persoalan di wilayah kerja masing-masing.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan mencakup pengembangan budidaya rumput laut, strategi ekspor ikan, penguatan rantai dingin perikanan, hingga ketahanan masyarakat pesisir di kawasan industri.

“Fokus kami tetap pada riset pesisir dan kelautan yang mampu menjawab tantangan nyata di Maluku Utara. Target kami, mahasiswa dapat lulus dalam tiga semester dengan kompetensi yang tetap terjaga,” kata Aris.

Untuk memperkuat keterkaitan riset dengan kebutuhan lapangan, Prodi Magister Ilmu Kelautan melibatkan pemerintah dan sektor industri dalam pengujian tesis. Dalam ujian Muhja La Saihi, penguji eksternal adalah Windi Prayogo, Vice President Marine and Environmental PT Harita Group.

Lewat pola tersebut, Prof. Aris, menyebutkan bagian dari implementasi Kampus Berdampak. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Maluku Utara.

Perubahan pola pembelajaran juga diikuti peningkatan jumlah mahasiswa baru. Pada 2026, prodi menerima 10 mahasiswa, meningkat dari sebelumnya yang hanya sekitar dua hingga tiga orang, bahkan sempat tanpa pendaftar.

Lima mahasiswa yang menyelesaikan ujian tesis dalam skema percepatan tersebut yakni Muhja La Saihi, Irwan Usman, Reza, dan Suryani Hud dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, serta Julhasna Hasanudin dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter