Tandaseru – Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar (AMPP) Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (TOGAMMOLOKA) Maluku Utara resmi menyatakan sikap tegas mendesak sekaligus mendukung Polda Maluku Utara untuk memproses hukum kasus dugaan pelecehan tarian adat suku Tobelo-Galela.
Sikap ini disampaikan langsung pengurus AMPP TOGAMMOLOKA dalam konferensi pers yang digelar di kota Ternate, Kamis (9/7/2026).
Sekretaris Kerukunan Pelajar Mahasiswa Galela (KPMG) Maluku Utara, Arya Fitra R. Najar, menjelaskan langkah hukum harus ditempuh menyusul adanya upaya penyelesaian adat sepihak yang dilakukan oleh pembuat konten (influencer). Arya menilai, prosesi adat tersebut cacat prosedur karena melibatkan oknum yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat adat tanpa berkoordinasi dengan lembaga adat resmi maupun tokoh adat Tobelo-Galela yang sah.
“Kami bersikap menolak keras penyelesaian sepihak oleh oknum yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat adat Tobelo-Galela,” tegas Arya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dalam tuntutannya, AMPP TOGAMMOLOKA mendesak Polda Maluku Utara segera menindaklanjuti laporan hukum terhadap tiga influencer berinisial AD, RM, dan RS. Ketiganya diduga kuat telah melecehkan tarian adat suku Togale dalam konten video yang mereka buat.
TOGAMMOLOKA juga memberikan ultimatum keras kepada aparat penegak hukum terkait penyelesaian kasus ini. Jika laporan dugaan pelecehan budaya ini tidak segera diproses secara hukum yang berlaku, mereka mengancam akan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar.
“Kami akan melakukan konsolidasi besar-besaran terhadap lembaga-lembaga adat, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Tobelo-Galela serta masyarakat pada umumnya yang dirugikan,” pungkas Arya.
Berikut adalah tiga poin pernyataan sikap resmi yang dikeluarkan oleh AMPP TOGAMMOLOKA Maluku Utara:
- Menolak penyelesaian sepihak oleh oknum yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat adat Tobelo-Galela.
- Mendesak dan mendukung Polda Maluku Utara untuk segera menindaklanjuti proses hukum terhadap RM, AD, dan RS yang telah melecehkan tarian adat suku Tobelo-Galela.
- Akan melakukan konsolidasi terhadap lembaga-lembaga adat, tokoh adat, tokoh masyarakat Togale, serta masyarakat pada umumnya yang dirugikan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.