Tandaseru – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ternate, Maluku Utara, menjajaki kolaborasi strategis dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan PT Bio Agromitra Indonesia untuk mengembangkan program urban farming (pertanian perkotaan).
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan gizi rumah tangga, sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan di Kota Ternate.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Ternate, Jumat (12/6/2026), ketiga pihak membahas peluang pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura, dengan fokus pada peningkatan partisipasi aktif perempuan dalam ekonomi keluarga dan pengelolaan lingkungan.
Ketua TP-PKK Kota Ternate Marlisa Marsaoly menyatakan, optimalisasi pekarangan rumah memiliki potensi besar dalam menjaga ketersediaan pangan yang mandiri, sehat, segar, dan terjangkau bagi keluarga.
“Melalui gerakan menanam di pekarangan rumah, keluarga dapat memperoleh akses terhadap pangan yang sehat. Kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.
Dukungan terhadap sistem pertanian yang inklusif ini juga ditegaskan WVI melalui Project INCLUSION. WVI berkomitmen memastikan keterlibatan kelompok perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya dalam setiap proses pembangunan pertanian.
Di sisi lain, PT Bio Agromitra Indonesia turut berkontribusi dengan memperkenalkan pupuk hayati Biokonversi. Penggunaan pupuk organik ramah lingkungan ini diharapkan mampu meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas tanaman tanpa bergantung pada pupuk kimia.
Selain fokus pada pertanian, kolaborasi ini juga menyasar pengelolaan sampah organik rumah tangga untuk dialihkan menjadi pupuk organik dan media tanam. Langkah ini dinilai sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Kota Ternate dalam mereduksi volume sampah kota.
Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pihak swasta ini diharapkan melahirkan “Gerakan Mama-mama Batanam”. Gerakan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi perempuan di Ternate untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif, sekaligus menjadi model pengembangan urban farming yang inklusif di Maluku Utara.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.