Terlepas dari lingkungan sekolah, ujarnya, semua pihak harus saling mengontrol agar anak-anak juga tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
“Itu 1x 24 jam itu berpindah-pindah aktivitasnya, mulai dari rumah, sekolah dan di tengah lingkungan masyarakat. Jadi saat ini fungsi kontrol orang tua dan masyarakat pun sudah mulai lemah terhadap anak-anak kita,” cetusnya.
Ia berharap, guru-guru dan orang tua di lingkungan keluarga sama -sama mengontrol aktivitas anak.
“Karena masa depan generasi sama-sama tanggung jawab moral, jadi kalau kita dapat di tempat umum yang mencurigakan, minimal kita menegur menasehati mereka,” harapnya.
Bahkan, dirinya sudah menegaskan dan menyampaikan ke guru-guru agar membangun kemitraan dengan masyarakat.
“Lebih tepat itu guru-guru mampu mendiagnostik kemampuan dan latar belakang anak-anak kita, berikan edukasi. Jadi kami juga ada program dengan Kejaksaan Morotai, yaitu Jaksa Masuk Sekolah,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.