“Menurut keterangan istri korban, korban dan pelaku ini sama-sama kerja mengasapi kopra. Saat itu dia bunuh korban dalam posisi duduk, terus ada pukulan dari belakang kepala. Kemungkinan besar dugaannya itu,” terangnya.

“Wajah istri korban lebam, karena dia pukul lalu perkosa. Jadi pelaku ancam istri korban kalau berteriak, akan bunuh anak,” jelas Denfris.

Menurutnya, pelaku adalah warga dari luar daerah.

“Dari Sulawesi Utara, tapi identitas domisili di sini kita tidak tahu, karena pelaku itu tidak melapor di Desa Falila. Jadi kita tidak tahu dia tinggal di mana,” terangnya.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Ir. Soekarno untuk divisum.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Morotai IPTU Ismail Salim mengungkapkan pelaku pembunuhan dan pemerkosaan tersebut masih dalam pencarian.