2024, menurut saya, Hamdan merupakan antitesis politik modern bagi kandidat yang hanya mengandalkan uang, dan menggunakan pola kecurangan. Walau ada yang meng-underestimate dirinya dengan takaran finansial, tetapi dalam dialektika politik saya yakin punya fokus yang transformatif, yakni akan memunculkan siapa yang paling aktif untuk mendorong perubahan. Sementara, di sela perkuliahan, Hamdan selalu gencar menyuarakan.
Kepulangan Hamdan di tanah kelahirannya, di Halmahera Tengah, adalah langkah terbaik agar membuktikan pengabdiannya terhadap semua kegelisahan masyarakat di parlemen nanti. Mendobrak hambatan-hambatan struktural yang diskemakan untuk menyumbat kedaulatan rakyat. Saya paham betul, Hamdan memiliki keinginan mengembalikan kehormatan masyarakat yang selama ini menjadi budak elektoral bagi politisi.
Ini bukan melebih-lebihkan Hamdan. Sebab ia memang layak dipilih. 2024 adalah big opportunity, agora perjuangan untuk memenangkan pertarungan gagasan falgali menuju puncak Gosale. Memenangkan gagasan falgali persis dengan memenangkan cita-cita rakyat yang tidak punya kuasa selama ini.
Selamat bertarung, Diks. Ubi adversarius, ibi victoria (Di mana ada lawan, di situ ada kemenangan).
Orecellee, 123, empaaaat! (*)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.