“Kami tidak terima, karena menyangkut harkat, martabat orang tua kami. Kalau dia salah seharusnya ditegur baik-baik. Kami akan kawal kasus ini sampai korban mendapatkan keadilan hukum,” tegasnya, Kamis (2/2).
Abdurahiddin juga mendesak bupati mengambil langkah tegas memberikan sanksi kepada RS.
“Kami juga berharap, semoga Bapak Bupati Halmahera Timur memberikan sanksi yang tegas kepada yang bersangkutan atas tindakan premanisme ini,” tandasnya.
Kasus ini juga mendapat sorotan Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara se-Jabotabek. FORMMALUT menilai sikap yang dilakukan RS tidak mencerminkannya sebagai seorang pimpinan yang bijak.
“Bila ada masalah, sebagai seorang atasan, mestinya memanggil yang bersangkutan untuk bicara baik-baik, bukan sebaliknya mengambil tindakan yang kurang baik. Apalagi yang dia tanyakan adalah mengenai uang makan minum, itu kan sudah diatur,” kata Ketua Umum PB FORMMALUT Hamdan Halil.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.