Sekilas Info

Proyek Drainase Belakang Kantor DPRD Taliabu Tak Gunakan Mesin Campur

Pekerjaan drainase di belakang kantor DPRD Pulau Taliabu. (Tandaseru/Fardanan Fahri)

Tandaseru -- Proyek pengerjaan saluran belakang kantor DPRD Pulau Taliabu, Maluku Utara, diduga tak sesuai prosedur.

Pasalnya, proyek yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ini dikerjakan secara manual. Selain itu, papan nama proyek juga tidak terpasang.

Padahal penggunaan mesin aduk beton merupakan salah satu alat yang mendukung pekerjaan konstruksi seperti ini. Dengan menggunakan mesin molen, hasil adukan semen akan lebih merata dan kualitas campuran juga sudah pasti baik.

Pantauan tandaseru.com di lokasi pekerjaan, proyek drainase tersebut tidak ada papan informasi. Sementara para pekerja menggunakan bahan manual seadanya, yakni dua buah sekop untuk mengaduk semen dengan pasir.

Pekerjaan drainase di belakang kantor DPRD Pulau Taliabu. (Tandaseru/Fardanan Fahri)

Salah satu pekerja yang diwawancarai mengaku alat dimaksud sedang dipesan.

"Kita tunggu alat datang, sementara bos sudah pesan," ujarnya, Rabu (13/10).

Sementara kontraktor proyek tersebut saat dihubungi meminta awak media langsung mengonfirmasi Dinas PUPR. Ia mengaku papan nama proyek dalam tahap pembuatan dan mesin molen dalam perjalanan menuju Bobong.

"Lebih jelasnya ketemu Pak Hayat PU biar beliau yang jelaskan karena sementara papan nama lagi dalam pembuatan, terus mesin molen masih dalam perjalanan," tuturnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Fardanan Fahri
Editor: Ika FR