Tandaseru – Kawasan bersejarah Ternate dan Tidore, provinsi Maluku Utara, resmi menjadi pusat lokus penelitian program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi I Tahun 2026. Program strategis ini didukung langsung Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) yang dipimpin Dr. Danny Susanto, terpantau mulai melakukan kunjungan lapangan dan diterima langsung oleh Kepala Museum Alfred Russel Wallace sekaligus Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib, di kawasan cagar budaya Benteng Oranje, Ternate, Senin (15/6/2026).
Penelitian yang bertajuk “Pemanfaatan Jejak Peninggalan Portugis dan Penciptaan Mitos bagi Peningkatan Pariwisata di Ternate dan Tidore” ini bertujuan mendukung pengembangan kedua wilayah tersebut sebagai destinasi unggulan wisata sejarah maritim global.
“Penelitian ini memiliki nilai penting dalam jaringan perdagangan dan interaksi budaya masa lampau untuk pembangunan masa depan yang lebih baik,” ujar Rinto yang juga menjabat sebagai Kepala Museum Rempah Kota Ternate.
Selama proses penelitian yang dijadwalkan berlangsung pada 15–20 Juni 2026, tim UI akan melakukan inventarisasi serta dokumentasi berbagai tinggalan Portugis yang masih tersisa di Ternate dan Tidore Kepulauan. Selain fisik bangunan, peneliti juga fokus menelusuri sumber sejarah berkas, naskah kuno, arsip, hingga korespondensi masa lalu antara pihak Portugis dengan Kesultanan Ternate.
Menariknya, pertemuan di Museum AR Wallace tersebut juga ikut memperbincangkan agenda program jangka panjang terkait wacana pembentukan kerja sama kota kembar (sister city) antara Ternate dan Portugal. Rekomendasi berbasis historis kuat ini nantinya akan menjadi salah satu poin penting yang dilahirkan dari hasil riset RIIM tersebut.
Mengingat signifikansi dampak riset ini bagi kemajuan daerah, Rinto berharap adanya dukungan penuh seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait demi kelancaran agenda lapangan ini.
“Diharapkan dukungan penuh dari semua pihak untuk membantu mensukseskannya, sehingga (hasil riset) dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan di Provinsi Maluku Utara,” pungkas Rinto.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.