Animo pengunjung datang ke Kramat Beach tentu saja ikut mendatangkan manfaat yang cukup besar. Sebab warga sekitar juga turut membuka lapak untuk berjualan kuliner.

Namun sejak dirintis oleh Ahmad, pengembangan pantai ini belum mendapat perhatian pemerintah desa dan kabupaten. Padahal hingga kini masuk ke areal wisata tersebut masih digratiskan.

“Kramat Beach juga butuh fasilitas pendukung lainnya seperti akses jalan ke lokasi yang belum memadai, peningkatan kualitas gazebo dan fasilitas pendukung lainnya,” pungkas Ahmad.

Dulunya, Desa Karamat dikenal sebagai desa penghasil cumi terbesar di Maluku Utara. Namun beberapa tahun belakangan cumi tidak muncul lagi di perairan desa ini. Ditengarai penyebabnya adalah padatnya aktivitas warga dan pertambangan.