Tandaseru — Aliansi Suara Rakyat Kota Ternate (ASRKT) bersama emak-emak pedagang menggelar aksi di Kantor Wali Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (9/9).

Demonstrasi tersebut diwarnai aksi para pedagang menghamburkan sayur dan jagung di halaman kantor.

Dalam aksi, ada beberapa tuntutan yang disuarakan, mulai dari penataan pasar, pungli di pasar, pembangunan Dermaga Sulamadaha-Hiri, pembangunan Pertashop di Jambula dan masalah air bersih.

Salah satu pedagang dalam orasinya menyindir Wali Kota M. Tauhid Soleman. Ia bilang, belum ada tempat duduk, datang menemui pedagang. Sesudah jadi pejabat, pedagang justru ditindas.

“Cepat turun dari ruangan, jangan duduk dalam ruangan. Setelah dapat so tara mau bicara dengan rakyat. Dimana janji kalian dulu, kami minta pembuktian!” tegasnya.

Ia mengungkapkan, beberapa hari lalu DPRD juga turun ke pasar tapi hasilnya nihil.

“Kami selalu ditindas di dalam ruangan Bahari Berkesan Tiga. Keluhan kami seharusnya dirangkum dulu, disediakan dulu fasilitas dan diperbaiki dulu. Tapi mana? Kami selalu ditindas. Kami minta pembuktiannya, Wali Kota!” koarnya.

Aksi para emak-emak di halaman Kantor Wali Kota Ternate. (Fitriyanti Safar)

Sementara Koordinator Aksi, Arsaly Ojat dalam propaganda mengatakan, tata pengelolan pasar di Ternate tidak menunjukkan filosofi hidup masyarakat Ternate yakni masyarakat terbuka. Sebab interaksi jual beli di dalam pasar jauh dari kenyamanan, kebersihan tidak sesuai penamaan higienis serta ruang transaksi tertutup.

“Bukan hanya itu, masalah Dermaga Sulamadaha-Hiri tidak kunjung selesai, padahal massa aksi hearing sudah dilakukan kurang lebih 14 kali hingga hari ini, terakhir di bulan Agustus 2020,” tuturnya.