Sekilas Info

Tinggi Gelombang Diprediksi 4 Meter, Kapal Ternate-Morotai Dilarang Berlayar

Ilustrasi kapal rute Morotai-Ternate. (Rambli Baide)

Tandaseru -- Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara menyatakan selama cuaca ekstrem berlangsung pelayaran dari dan ke Morotai tidak diizinkan. Kebijakan ini berlaku untuk kapal rute Ternate-Morotai.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Harian UPP Kelas III Daruba Rambli Baide kepada tandaseru.com, Senin (22/2).

"Selama cuaca ekstrem ini kami tidak izinkan pelayaran, sebelum ada pemberitahuan perkembangan cuaca dari BMKG. Misalnya sekarang ada kondisi cuaca ekstrem, saya kirim pemberitahuan ke nakhoda atau pengurus kapal,” ungkap Rambli.

Menurutnya, sejauh ini hanya speedboat Daruba, Pulau Morotai-Tobelo, Halmahera Utara, yang diizinkan berlayar.

"Jadi paling speedboat Morotai-Tobelo saja. Tapi saat ini sudah mulai reda cuaca ekstremnya," tuturnya.

Meski begitu, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi speedboat Daruba-Tobelo tersebut.

"Kapasitas penumpang sesuai yang diizinkan, kemudian speedboat harus mengikuti ketentuan yang ada. Peralatan-peralatan keselamatan speedboat misalkan baju keselamatan, kompas dan dokumen itu harus dipenuhi baru bisa diizinkan berlayar. Kalau tidak dilengkapi, tidak diizinkan berlayar," tegasnya.

Pelaksana Harian UPP Kelas III Daruba Rambli Baide. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Menurut Rambli, jika ada speedboat yang nekat berlayar tanpa Surat Persetujuan Berlayar maka pihaknya tak bertanggungjawab jika terjadi kecelakaan laut.

"Kalau kita sudah imbau saat cuaca ekstrim, dia angkat penumpang melebihi kapasitas kemudian berangkat tanpa SPB maka itu di luar tanggung jawab kami. Tanpa SPB kita berikan sanksi hukum seperti hentikan kapal atau speedboat beroperasi,” ujarnya.

Saat ini, kapal-kapal rute Ternate-Morotai masih belum diizinkan berlayar. Larangan ini mengacu pada Surat Kementerian Perhubungan Direktorat Jederal Perhubungan Laut Maklumat Pelayaran Nomor 22/PHBL/2021 tanggal 18 Februari 2021. Di mana berdasarkan perkiraan BMKG, cuaca ekstrem melanda Samudera Pasifik Utara dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5-4 meter pada 18 hingga 24 Februari.

"Kapal-kapal Morotai-Ternate sementara belum ada izin keluar dari Ternate. Seperti saat ini informasi dari Ternate, KM Ratu Maria dan Sunglia belum dikasih izin keluar. Nanti kita lihat besok KM Ratu Maria keluar atau tidak dari Ternate, karena berita BMKG cuaca ekstrem dari tanggal 18 sampai 24 Februari," tandas Rambli.

Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Sahril Abdullah