Tandaseru — Lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ternate, Maluku Utara, menghentikan operasionalnya sementara waktu. Penghentian ini disebabkan sejumlah kendala teknis dan administratif yang terjadi di masing-masing lokasi.

Kelima dapur SPPG yang terdampak tersebut berada di Kelurahan Kastela, Takoma 2, Jati, Kalumpang 2, dan Makassar Timur.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Ternate, Hizkia Jaya Sakti, mengungkapkan penyebab berhentinya operasional lima dapur tersebut bervariasi, mulai dari masalah finansial hingga perbaikan infrastruktur.

“Memang ada lima SPPG yang saat ini berhenti sementara. Ada yang terkendala anggaran, ada yang sedang melakukan perbaikan fasilitas, dan ada juga karena pergantian kepala SPPG,” kata Hizkia.

Secara rincian, kendala yang dialami masing-masing SPPG adalah sebagai berikut:

  • SPPG Kastela & Takoma 2: Mengalami kendala anggaran.
  • SPPG Jati: Berhenti beroperasi karena adanya proses pergantian kepala SPPG.
  • SPPG Kalumpang 2: Sedang dalam proses perbaikan fasilitas.
  • SPPG Makassar Timur: Menghentikan operasional akibat perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hizkia menambahkan, kendala terberat dialami SPPG Makassar Timur yang tercatat sudah tidak beroperasi selama lebih dari satu bulan karena rumitnya pencarian lokasi dan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, layanan bagi penerima manfaat di wilayah Makassar Timur saat ini dialihkan ke SPPG Takoma 3.

Akibat penutupan sementara ini, ribuan penerima manfaat di Kota Ternate yang terdiri dari siswa sekolah hingga sasaran layanan di Posyandu dipastikan terdampak karena distribusi makanan bergizi terhenti.

Pihak pengelola berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah menyelesaikan masalah ini. Koordinasi lintas sektor bersama Pemerintah Kota Ternate melalui Ketua Satgas MBG sangat diharapkan agar kendala di lima titik SPPG tersebut dapat segera teratasi dan program bisa kembali berjalan normal.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter