Tandaseru – Pusat Kolaborasi Riset (PUKAT) Maluku Utara mengirimkan empat perwakilannya mengikuti Onboarding Fase 2 Program Blue Ventures Indonesia di Hotel Movenpick Jimbaran, Bali. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 8–11 Juni 2026 ini, difokuskan memperkuat kapasitas mitra dalam mendorong konservasi perikanan berbasis masyarakat.

Dipimpin langsung Direktur Proyek PUKAT Maluku Utara, Dr. Muhammad Assagaf, tim bergabung dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sektor kelautan dan perikanan dari tiga wilayah, yaitu Maluku Utara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama kegiatan, para peserta dibekali serangkaian materi intensif. Mulai dari pemahaman konektivitas ekosistem laut, pelatihan pemetaan dan GPS, pengolahan data spasial menggunakan QGIS, hingga pengenalan sistem data Blue Ventures. Selain itu, peserta juga dilatih menggunakan formulir Community Profiling, Household Survey, serta teknik pendataan komoditas laut seperti gurita, ikan karang, lobster, kepiting, dan udang melalui simulasi lapangan (Landings Monitoring dan Landings Profiling). Pada hari terakhir, kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana kerja multi-tahun dan asesmen kapasitas organisasi (OCAT).

Muhammad Assagaf menegaskan, pelatihan ini memiliki nilai strategis yang besar bagi keberlanjutan program konservasi pesisir dan laut di Maluku Utara.

“Kapasitas teknis yang kami bangun di sini, mulai dari pemetaan, pengolahan data spasial, hingga pendataan perikanan berbasis komunitas, adalah fondasi yang menentukan efektivitas kerja kami di lapangan ke depan,” ujarnya.

Melalui penguatan kapasitas ini, PUKAT Maluku Utara diharapkan mampu mendorong pengelolaan sumber daya perikanan Kawasan Laut Kelola Masyarakat (Locally Managed Marine Area/LMMA) yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis data, khususnya di wilayah Morotai dan sekitarnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter