Sekilas Info

Kejari Morotai Pastikan Pelapor Kasus Pengrusakan Mabes bukan Bupati

Kepala Kejari Morotai, Supardi. (Tandaseru/Irjan)

Tandaseru -- Kejaksanaan Negeri Morotai meluruskan pelapor kasus pengrusakan kediaman Bupati Pulau Morotai yang saat ini tengah disidangkan.

Kepala Kejari Morotai Supardi mengungkapkan, pelapor dalam kasus tersebut bukan Bupati melainkan Kepala Bagian Umum yang mewakili Pemerintah Daerah. Pasalnya, dalam aksi pengrusakan, sejumlah fasilitas daerah yang berada di kediaman Bupati ikut rusak.

"Kalau dari laporannya bukan Bupati yang laporkan tapi dari Pemda yang laporkan. Karena di situ kan bukan hanya punya Bupati, tapi ada aset milik Pemerintah Daerah,” tutur Supardi, Selasa (24/11).

"Untuk yang laporan itu kemarin saya cek itu dari Pemerintah Daerah, dan laporan yang masuk ke penyidik kita hanya membaca di berkas perkara," tambahnya.

Senada, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Morotai Dasim Bilo menjelaskan, pelapor merupakan Kabag Umum Iwan Karim.

"Bukan Bupati yang melaporkan, tapi atas nama Pemda," ucap Dasim.

Dasim bilang, fasilitas Pemda yang rusak dalam demonstrasi tersebut diantaranya kaca, AC, televisi dan sebagainya.

"Unuk pengrusakan kalau di fakta persidangan itu ada beberapa termasuk aset milik Pemda. Kaca, AC, TV. Untuk kerugiannya kita tidak bisa pastikan nilai kerugiannya, yang jelas di atas, karena kalau kita prediksi AC kan satu biji saja 3 jutaan dan ada TV yang besar 40 inci, ya sekitar di atas 10 juta," ungkapnya.

Sebelumnya, dalam persidangan dengan terdakwa tiga warga Morotai itu, Hakim Ketua Rahmat Lahasa meminta Bupati Benny Laos dihadirkan selaku pelapor atau korban kasus tersebut.

Bupati Benny Laos sendiri saat dikonfirmasi menyatakan dirinya tak pernah melaporkan kasus tersebut ke ranah hukum.

"Saya ndak tahu, saya nggak pernah lapor," ujarnya, Minggu (22/11).

Sekadar diketahui, pengrusakan tersebut terjadi dalam aksi protes warga Morotai atas kegiatan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) di Pantai Army Dock 2019 lalu. Akibatnya, tiga warga yakni Sitti Sabeta warga asal Desa Wawama, Amina Soleman warga Joubela dan Rinto warga Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan menjadi terdakwa.

Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Sahril Abdullah