Tandaseru – Penyidik Satuan Reskrim Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden maut yang menimpa rombongan wisatawan di Gunung Dukono.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu melalui Kasat Reskrim IPTU Rinaldi Anwar menegaskan, pihaknya tengah mengusut tuntas aksi pendakian yang berujung hilangnya nyawa dan hilangnya sejumlah pendaki saat erupsi hebat terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT.

Saat ini, kepolisian telah mengamankan dua pria berinisial MRS dan JA yang berperan sebagai pemandu atau guide dalam kegiatan yang dipromosikan melalui media sosial dengan nama trip “Ayo Baronda” di bawah naungan Anak Esa.

Rinaldi mengungkapkan, kedua pemandu tersebut saat ini masih berstatus sebagai saksi namun sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam memfasilitasi pendakian ke zona bahaya.

“Saat ini kita dari Polres Halmahera Utara menindaklanjuti informasi tersebut, ada dua orang yang kita amankan,” ujar Rinaldi, Sabtu (9/5/2026).

Ia menambahkan, kepolisian akan menggali keterangan mengenai bagaimana para Warga Negara Asing (WNA) tersebut bisa bergabung dalam open trip yang dipromosikan lewat Anak Esa tersebut.

Pihak kepolisian juga menyoroti legalitas para pemandu yang membawa wisatawan masuk ke wilayah Gunung Dukono yang saat itu berstatus Level II atau Waspada. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pemandu tersebut diketahui tidak memiliki sertifikasi resmi sebagai pemandu wisata.

Rinaldi menegaskan, seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pendakian ini tidak akan lepas dari jeratan hukum.

“Polres akan mengusut tuntas terkait guide-nya dari segi hukum, dari penanggung jawab, sampai dengan porter, itu semua akan diproses secara hukum,” tegas Rinaldi.

Data dari pihak kepolisian dan BPBD mencatat total terdapat 20 pendaki yang terjebak saat erupsi berlangsung di kawah Malupang Warirang. Hingga saat ini, 17 orang dilaporkan selamat, sementara 3 orang lainnya masih dalam pencarian intensif.

Korban selamat dari WNA Singapura adalah Toh Yu Ming Eugene (30), Ong Shihlin Selene (37), Phoebe Lim (33), Loh Hui En Iris (31), Tan Jia Yi Geraldine (30), Lee Yi Xuan Canessa (30), dan Lim Shan De (29). Sedangkan korban selamat WNI meliputi Bahtiar Dadar (24), Yusril (23), Sahrul (26), Ahmad (22), Hairudin (26), Fiki Nafila (27), Riska Isbar (29), Sudin Juanga (48), M Reza Selang, dan Jailan Ayub.

Adapun korban yang masih dalam pencarian adalah dua WNA bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Sementara WNI bernama Angel Krishela Pradita telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.087 mdpl merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, di mana dampak erupsi kali ini bahkan terpantau hingga ke Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Wisatawan biasanya menempuh perjalanan dari Tobelo melewati jalur Desa Popilo atau Desa Mamuya untuk menuju puncak melalui pos 1 hingga pos 6.

Untuk menangani keadaan darurat ini, BPBD Malut bersama TNI/Polri, Basarnas, dan tenaga medis telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu guna memaksimalkan proses pencarian korban yang masih hilang di tengah aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter