Tandaseru — Bakal calon bupati petahana Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Hendrata Thes meminta maaf kepada Badan Pengawas Pemilu pascainsiden pengancaman dan upaya menghalangi kerja-kerja Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sanana.

Insiden itu terjadi saat Ketua Panwascam Sanana Bahrudin Umaternate tengah melakukan kegiatan pemantauan jalannya silaturahmi bakal pasangan calon Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-UMAR) di Desa Waibau, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Selasa (25/9) malam lalu.

Hendrata saat dikonfirmasi menyampaikan, dirinya sangat menyesal atas sikap yang ditunjukkan anak buahnya.

“Saya pikir itu masalah komunikasi. Jangan terulang lagi,” kata Hendrata, Kamis (17/9).

Sebagai warga negara yang baik, Hendrata bilang, sudah sepantasnya mematuhi aturan dan meminta maaf jika itu salah.

“Kita harus berjiwa besar. Saya sebagai calon kandidat juga harus meminta maaf karena memang itu kelalaian dari pihak anak buah kita juga,” ujarnya.

Tak hanya itu, Hendrata juga berharap, ke depan nanti insiden ini agar tidak terulang lagi. “Saya akan terus berkoordinasi dengan pihak Bawaslu, kita bisa juga diberi warning-warning sebagai mitralah. Jangan menganggap bahwa kita ini bersebrangan dengan merekalah,” tandasnya.

Selain itu, Hendrata menambahkan, acara silaturahmi itu merupakan sesuatu yang lumrah yang perlu dilakukan sebagai manusia.

“Saya pikir itu hal lumrah yang perlu dilakukan sebagai manusia, dan HT meminta izin dan restu kepada orang-orang basudara di kampung itu merupakan hal yang menjadi tradisi kita di Sula,” ungkapnya.