Tandaseru — Jembatan Air Bugis yang menghubungkan Desa Auponhia di Kecamatan Mangoli Selatan dengan Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara ambruk. Informasi yang dihimpun tandaseru.com, hujan deras yang mengguyur Kamis (10/9) malam lalu mengakibatkan sungai Air Bugis meluap dan menghantam jembatan tersebut hingga ambruk.

Sekadar diketahui, jembatan ini dibangun di Desa Auponhia pada tahun 2017 dengan anggaran sebesar Rp 4,2 miliar lebih oleh PT Kristi Jaya Abadi. Pembangunan jembatan tersebut sudah dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Saat ini, Ditkrimsus Polda Maluku Utara tinggal menunggu hasil pemeriksaan ahli konstruksi dan kerugian negara atas dugaan kasus korupsi Jembatan Air Bugis di Desa Auponhia.

Dirkrimsus Polda Maluku Utara AKBP Alfis Suhaili mengungkapkan, tim penyidik Ditkrimsus Polda Malut sudah turun ke lapangan untuk meminta ahli kerugian negara melakukan perhitungan kerugian, dan tinggal menunggu hasil perhitungannya.

Jembatan Air Bugis yang ambruk padahal baru dibangun 2017 lalu. (Istimewa)

“Kami sudah melayangkan surat untuk permintaan perhitungan kerugian negara di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kami ada ahli konstruksi dan ahli perhitungan keuangan negara, jadi selesai perhitungan dari ahli konstruksi setelah itu kami memintai hasil dari perhitungan kerugian uang negara apabila sudah cukup bukti dan akan menetapkan tersangka,” terangnya Sabtu (12/9) lalu.

Jembatan Air Bugis yang ambruk padahal baru dibangun 2017 lalu. (Istimewa)