Tandaseru — Dosen Akademi Ilmu Komputer (Aikom) Kota Ternate, Maluku Utara, berharap pemerintah kota melakukan pemetaan anak-anak korban lem aibon untuk dibina.

Salah satu bentuk pembinaannya adalah dengan mengenalkan pada pembuatan produk robot seperti yang digagas Aikom.

“Saya sangat tertarik membina anak-anak biasa isap lem. Saya sangat mengharapkan kalau boleh Pemerintah Kota Ternate membuat pemetaan berapa jumlah anak isap lem untuk melacak potensi awal mereka suka nggak dengan produk (robot, red) seperti ini,” kata Wakil Direktur III Bagian Kemahasiswaan Aikom Ternate Ilham Djufri, Selasa (13/9).

Ia bilang, pihak Aikom lah yang akan mengarahkan pembinaannya. Pemkot tak perlu membayar tenaga dosen, hanya perlu mengadakan software-nya.

“Kita mengajarkan mereka setelah tahu maka pemerintah bisa buat lomba dalam rangka menghilangkan pikiran mereka, setelah sekolah ada pelajaran seperti ini sehingga tidak isap lem,” ujarnya.