Tandaseru — Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Ismail Dukomalamo berharap agar keinginan besar orang tua dan sekolah untuk pembelajaran secara tatap muka di tahun ajaran baru dipertimbangkan kembali. Pasalnya, kasus positif Covid-19 mengalami tren peningkatan.
“Saya minta agar pembelajaran secara tatap muka dipertimbangkan dulu, karena tren kasus positif mengalami kenaikan,” ucapnya, Rabu (7/7).
Ismail menjelaskan, level kasus positif Covid-19 di Kota Tikep yang sebelumnya berada di level dua justru mengalami kenaikan ke level tiga.
“Untuk itu saya harap Diknas juga mempertimbangkan soal pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru ini,” tegasnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tikep itu mengaku khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke peserta didik maupun guru.
“Langkah ikhtiar itu penting. Saya sangat berharap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik ke siswa maupun guru, tentu ini perlu menjadi pertimbangan dan perhatian bersama kita,” tandasnya.
Ia juga berharap agar guru yang belum melakukan vaksinasi agar segera divaksin.
“Saya berharap agar guru tidak perlu takut dengan vaksinasi, jangan percaya informasi hoaks tentang vaksin,” pungkasnya.
Per 6 Juli 2021, terdapat tambahan 117 kasus positif Covid-19 di 10 kabupaten/kota. Yakni Halmahera Barat 1 kasus, Halmahera Tengah 1 kasus, Kepulauan Sula 4 kasus, Halmahera Selatan 24 kasus, Halmahera Utara 34 kasus, Halmahera Timur 1 kasus, Pulau Morotai 2 kasus, Pulau Taliabu 7 kasus, Ternate 19 kasus, dan Tidore Kepulauan 24 kasus.
Saat ini, ada 1.300 pasien Covid-19 yang masih dikategorikan positif di Malut. Rinciannya, Halmahera Barat 15 kasus, Halmahera Tengah 20 kasus, Kepulauan Sula 54 kasus, Halmahera Selatan 139 kasus, Halmahera Utara 447 kasus, Halmahera Timur 25 kasus, Pulau Morotai 46 kasus, Pulau Taliabu 26 kasus, Ternate 406 kasus, dan Tidore Kepulauan 122 kasus.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.