Tandaseru — Ada yang berbeda dari perayaan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2026 di provinsi Maluku Utara. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara tidak ingin peringatan tahunan ini sekadar menjadi agenda seremonial belaka, melainkan panggung nyata untuk mengangkat dedikasi para guru, khususnya mereka yang berjuang di wilayah terpencil dan kepulauan dengan segala keterbatasan akses serta fasilitas.
Rangkaian kegiatan HGN 2026 dengan tema besar “Guru Hebat, Indonesia Kuat” ini resmi diluncurkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, di SMA Negeri 4 Ternate, Jumat (6/11/2026).
Abubakar menyampaikan, peringatan HGN yang puncaknya jatuh pada 25 November mendatang diarahkan pada dua fokus utama, yakni memberikan penghargaan kepada guru serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kesadaran mendalam mengenai pentingnya profesi pendidik. Menurut mantan Pj. Sekretaris Daerah Malut tersebut, saat ini terdapat sebanyak 6.216 guru yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara.
“Momentum ini ingin kami manfaatkan untuk melakukan refleksi dan muhasabah terhadap pencapaian pendidikan, terutama peran dan eksistensi guru di Provinsi Maluku Utara,” kata Abubakar di hadapan awak media.
Sementara itu, Ketua Panitia HGN 2026 yang juga Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Ramli Kamaludin, menjelaskan panitia telah menyiapkan lima kategori apresiasi khusus. Kelima kategori itu meliputi guru berprestasi, guru inspiratif, guru kreatif dan inovatif, guru berdedikasi, serta guru yang mengabdi di wilayah terpencil dan kepulauan.
Sorotan utama diberikan kepada kategori guru berdedikasi dan pengabdi wilayah terpencil, mengingat masih banyak tenaga pendidik yang harus bertaruh nyawa demi menjalankan tugas mulia. Ramli mengungkapkan, pihaknya menemukan guru-guru yang harus menyeberangi sungai menggunakan rakit, berjalan kaki, mendaki gunung, bahkan mengabdi tanpa bayaran semata-mata karena kepedulian terhadap mutu pendidikan.
“Mereka mengabdi tanpa pamrih karena kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Guru-guru seperti ini perlu kita identifikasi dan perkenalkan kepada masyarakat,” ujar Ramli.
Rangkaian HGN 2026 yang turut didukung penuh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe ini juga diwarnai dengan program-program partisipatif yang unik. Salah satu gebrakan utamanya adalah program satu hari mengajar, di mana gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, kapolda, hingga pejabat pemerintah lainnya akan turun langsung masuk ke ruang kelas untuk mengajar selama satu hingga dua jam. Melalui cara ini, para pejabat diharapkan dapat merasakan langsung tantangan profesi guru.
Berbagai kegiatan pendukung lainnya turut disiapkan, mulai dari lomba menyanyikan Hymne Guru antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga di lingkungan Pemprov Maluku Utara, jalan santai serentak di 10 kabupaten dan kota, upacara HGN pada 25 November, malam apresiasi, hingga program “Wartawan Menulis” untuk mendorong jurnalis mengangkat kisah perjuangan dan praktik baik para guru di penjuru daerah.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.