Tandaseru — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir. Soekarno Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, tengah menyiapkan dua dokter spesialis anak baru yang dijadwalkan mulai bertugas akhir Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengisi kekosongan setelah masa kerja dokter spesialis anak sebelumnya berakhir m bulan lalu.

Direktur RSUD Ir. Soekarno, dr. Christie Marimbing, mengonfirmasi berakhirnya masa tugas dokter sebelumnya terjadi karena selesainya kontrak Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) dari Kementerian Kesehatan.

“Dokter anak yang kontrak Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) di Kemenkes sudah berakhir di bulan lalu, jadi penggantinya sampai saat ini kami terus berupaya mencari dokter anak,” ujar Christie, Rabu (7/10/2026).

Manajemen rumah sakit bersama Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terus berupaya memastikan ketersediaan tenaga medis spesialis tersebut demi mengoptimalkan penanganan pasien anak di wilayah Morotai.

“Dokter anak yang bertugas di Morotai, terkonfirmasi dapat dua dokter, dan akhir bulan Oktober ini sudah bertugas,” jelasnya.

Selama masa transisi dan kekosongan dokter spesialis, pelayanan penanganan pasien anak di RSUD Ir. Soekarno dialihkan sementara kepada dokter umum sesuai batasan kompetensinya.

“Artinya saat pasien anak masuk mereka siap tangani tapi kalau di luar kompetensi dan jika penyakitnya berat maka akan dirujuk ke rumah sakit Tobelo, Halmahera Utara,” kata Christie.

Christie berharap kehadiran dokter spesialis anak yang baru nantinya dapat mempercepat penanganan medis secara tepat bagi anak-anak di Pulau Morotai. Ia juga mengimbau masyarakat tetap aktif menjaga kesehatan anak serta segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila anak mengalami sakit.

“Ketersediaan dokter spesialis anak dapat segera terpenuhi agar anak-anak yang membutuhkan dokter spesialis anak, mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Mari bersama-sama menjaga kesehatan anak-anak dan memastikan mereka segera dibawa ke fasilitas kesehatan bila sakit,” tandasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter