Tandaseru – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mulai mengerjakan pembangunan drainase sepanjang 1 kilometer di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan. Pengerjaan drainase di pusat kota kabupaten tersebut telah berlangsung selama hampir dua minggu di bawah kepemimpinan Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane.

Pembangunan infrastruktur ini dilakukan setelah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara melakukan survei intensif terkait rencana perbaikan kerusakan jalan dan drainase. Proyek tersebut ditujukan untuk menata kawasan yang sudah tidak berfungsi hampir selama 10 tahun dan kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras.

Dinas PUPR Morotai mencatat, penataan difokuskan pada pusat kota, termasuk jalan poros Desa Darame yang aliran airnya sering meluap hingga ke Desa Muhajirin. Selain Desa Muhajirin dan Desa Gotalamo, genangan air saat musim hujan juga sering berdampak ke pemukiman warga di kompleks MTQ serta Desa Pandanga.

Normalisasi drainase di Desa Gotalamo ini dirancang dengan tiga saluran pembuangan menuju ke pantai. Langkah perbaikan dilakukan karena saluran lama telah tertimbun material sampah dan pasir selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah sudah dikerjakan sekaligus upaya normalisasi kawasan yang kerap tergenang banjir. Selain fokus pada perbaikan akses transportasi, BPJN juga memprioritaskan normalisasi drainase di kawasan Desa Gotalamo. Wilayah tersebut diketahui telah menjadi langganan luapan air setiap kali hujan deras mengguyur selama puluhan tahun terakhir,” kata Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Fahmi Usman, Kamis (24/9/2026).

Fahmi menambahkan, pengerjaan drainase sepanjang 1 kilometer tersebut ditargetkan tuntas sebelum berlanjut ke tahap pengaspalan jalan.

“Terus pekerjaan setelah drainase tuntas dikerjakan kemudian satu minggu ke depan disusul pekerjaan jalan. Setelah pembangunan drainase tuntas baru dilanjutkan perbaikan jalan hotmix di pusat kota, dan saya sudah koordinasi dengan pihak BPJN untuk melakukan penimbunan jalan hotmix,” jelasnya.

Melalui penataan ulang saluran air ini, pemerintah daerah berharap masalah luapan air yang memicu banjir di Desa Gotalamo dan Desa Muhajirin dapat teratasi secara menyeluruh.

“Drainase ini ditata rapi lagi karena drainase ini sudah banyak tumpukan sampah dan pasir bertahun-tahun, baru hari ini diperbaiki. Jadi kalau drainase di Gotalamo tuntas maka normalisasi saluran ini mengatasi luapan air yang selama ini sering terjadi di desa Muhajirin dan Desa Gotalamo,” pungkas Fahmi.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter