Tandaseru — Langkah Safri Abd Muin meniti karier di lembaga Adhyaksa kini memasuki babak baru. Putra asli Maluku Utara kelahiran Ternate, 13 Mei 1980, itu resmi dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Morotai. Penunjukan ini menjadi bentuk penyegaran dan penataan organisasi di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Pengangkatan pria yang merupakan anak pertama dari pasangan Alm. H. Abd Muin H. Umar dan Hj. Budi Djabar tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-10422/C/09/2026 tanggal 22 September 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. Surat keputusan tersebut ditandatangani atas nama Jaksa Agung Republik Indonesia oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan Hendro Dewanto.

Dalam keputusan itu, Safri menggantikan Kristanto Trinoviandri. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Matheos Matulessy mengonfirmasi kabar peralihan kepemimpinan tersebut, Rabu (23/9/2026).

“Benar, dalam keputusan Jaksa Agung tersebut terdapat pengangkatan Safri Abdul Muin sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai,” kata Matheos.

Matheos menambahkan, pergantian pejabat ini merupakan kebijakan pimpinan Kejaksaan dalam penataan serta penyegaran organisasi secara menyeluruh.

“Untuk selanjutnya, yang bersangkutan akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan yang telah dipercayakan oleh pimpinan,” tandas Matheos.

Jejak Pendidikan dan Restu Keluarga

Perjalanan Safri menuju panggung penegakan hukum dimulai dari bangku sekolah dasar. Ia lulus dari SD Negeri 2 Gambesi pada tahun 1990, lalu melanjutkan pendidikan ke Tsanawiyah Pondok Pesantren Bumi Hijrah hingga lulus tahun 1993. Jenjang sekolah menengah atas ia selesaikan di Aliyah Negeri Ternate pada tahun 1998.

Kecintaannya pada dunia hukum membawanya menempuh pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Khairun (Unkhair) Ternate dan lulus pada tahun 2021. Tak berhenti di situ, ia menuntaskan pendidikan Pascasarjana (S2) di Universitas Jayabaya Jakarta pada tahun 2013.

Keputusannya untuk menjadi seorang jaksa tak lepas dari peran sang ayah serta dorongan seorang sahabat kuliah.

“Almarhum bapak sempat berpesan, apapun itu, harus jadi pegawai vertikal (pegawai pusat), karena almarhum bapak juga dari ASN Departemen Keuangan hingga terakhir di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ternate,” katanya.

Didorong pesan sang ayah dan semangat dari rekannya, Alm. Winra—yang saat itu juga seorang jaksa—Safri memberanikan diri mendaftar hingga akhirnya mendapat dukungan penuh keluarga besar, baik dari pihak ayah maupun ibu.

Perjalanan Karier di Lembaga Adhyaksa

Safri memulai langkahnya di Kejaksaan pada tahun 2004 sebagai calon jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore Kepulauan. Pada tahun yang sama, ia sempat dipercaya menjadi Ajudan Pribadi (ADC) Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, sebelum akhirnya mengikuti pendidikan jaksa pada tahun 2006.

Karier penuntut umumnya mulai terasah saat menjadi Jaksa Fungsional di Kejari Ternate pada tahun 2007, lalu naik jabatan menjadi Pemeriksa di tempat yang sama pada tahun 2010. Rekam jejak kepemimpinannya terus menanjak melalui serangkaian penugasan strategis:

  • 2013: Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tidore
  • 2017: Kasi Intel Kejari Halmahera Utara
  • Setelah 2017: Kasi Barang Bukti (BB) Kejari Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
  • 2022: Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Ternate
  • 2025: Kasi I pada Asisten Intelijen Kejati Maluku Utara
  • Maret 2025: Plt. Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kejati Maluku Utara
  • 17 Juli 2025: Dilantik dan dikukuhkan sebagai Kabag TU definitif oleh Kajati Maluku Utara Heri Ahmad Pribadi.

Anak tertua dari tiga bersaudara ini kini memikul tanggung jawab memimpin pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan di wilayah hukum Kabupaten Pulau Morotai. Tugas ini mencakup penegakan hukum secara transparan serta memastikan fungsi kejaksaan berjalan sesuai aturan perundang-undangan.

Mengemban mandat baru di daerah asal menjadi motivasi tersendiri bagi Safri untuk terus menjaga keadilan dan kepercayaan publik.

Ia berharap ke depan, dirinya harus lebih baik dan lembaga tercinta Adhyaksa harus selalu dipercaya masyarakat.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter