Tandaseru — Harapan masyarakat Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, untuk mendapatkan akses transportasi laut yang lebih layak semakin terbuka. Rencana deviasi rute KM Sabuk Nusantara 35 menuju Desa Barataku mendapat dukungan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Tobelo.

Dukungan tersebut menjadi perkembangan penting dalam upaya Pemda Halbar bersama UPP Kelas III Jailolo memperjuangkan pelayanan kapal perintis bagi masyarakat Loloda Tengah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Halbar, UPP Kelas III Jailolo, dan Distrik Navigasi (Disnav) Tipe A Kelas I Ambon telah turun langsung meninjau kondisi alur pelayaran dan kolam labuh di Desa Barataku.

Langkah tersebut kemudian diperkuat dengan kunjungan Camat Loloda Tengah bersama Kepala Desa Gamkahe, Kepala Desa Bilote, serta Ketua APDESI Kecamatan Loloda Tengah ke Kantor UPP Kelas I Tobelo, Senin (21/9/2026).

Pertemuan itu digelar untuk meminta kepastian sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat terkait rencana deviasi rute KM Sabuk Nusantara 35 agar kapal perintis tersebut dapat melayani masyarakat dengan titik labuh di Barataku.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Loloda Tengah Suparto Lansib menyampaikan kondisi masyarakat yang membutuhkan kepastian akses transportasi laut, terutama menjelang periode cuaca yang berpotensi ekstrem. Gelombang tinggi dan curah hujan juga dikhawatirkan semakin menyulitkan mobilitas warga.

“Kondisi jalan darat yang dapat berlumpur saat hujan membuat keberadaan transportasi laut menjadi semakin penting bagi masyarakat di wilayah Loloda Tengah,” ungkap Suparto.

Menanggapi aspirasi itu, Kepala UPP Kelas I Tobelo, Saharudin, menyatakan pihaknya siap mendukung rencana deviasi KM Sabuk Nusantara 35 menuju Barataku. Menurutnya, dukungan tersebut akan ditindaklanjuti dengan uji coba deviasi setelah kapal selesai menjalani docking dan kembali beroperasi.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung. Kapalnya saat ini masih naik dock. Setelah turun dan kembali beroperasi, akan dilakukan uji coba deviasi ke Barataku,” ujar Saharudin.

Dengan adanya dukungan UPP Kelas I Tobelo, rencana pelayanan KM Sabuk Nusantara 35 ke Barataku kini memasuki tahapan yang lebih konkret. Uji coba nantinya menjadi langkah penting untuk memastikan kelayakan rute dan titik labuh kapal perintis tersebut sebelum pelayanan kepada masyarakat Loloda Tengah dapat direalisasikan.​

Sahril Abdullah
Editor
Mardi Hamid
Reporter