Tandaseru — Warga RT 007/RW 04, Perumahan Griya Ngade Indah, Kota Ternate, Maluku Utara, membangun jalan di Blok A dan Blok B secara swadaya setelah akses tersebut rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan.

Jalan sepanjang 133 meter dengan lebar 5 meter itu sebelumnya menggunakan aspal. Seiring waktu, permukaannya mengalami kerusakan dan berlubang hingga mengganggu aktivitas warga serta membahayakan pengguna jalan.

Ketua RT 007, Rony Datu Amas, mengatakan kondisi tersebut bahkan menyebabkan sejumlah pengguna jalan terjatuh saat melintas. Karena itu, warga menilai perbaikan tidak bisa terus menunggu.

“Karena jalan rusak parah, sudah ada beberapa warga yang menggunakan jalan ini jatuh atau menjadi korban akibat kondisi jalan,” kata Rony, Sabtu (29/8/2026).

Rony menuturkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong perbaikan jalan tersebut, termasuk menyampaikan usulan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi dan sejumlah instansi terkait. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut atas usulan itu.

“Ini akibat respons lamban pemerintah sehingga kami memutuskan untuk membangun secara swadaya,” ujarnya.

Pembangunan dilakukan melalui patungan warga dengan dukungan sejumlah donatur. Selain mengumpulkan dana, warga turut turun tangan mengerjakan pengecoran jalan. Rony pun mengapresiasi warga yang ikut berkontribusi melalui bantuan materi maupun tenaga.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah ikut bergotong royong, baik menyumbang materi maupun tenaga dalam pekerjaan jalan. Ini merupakan bentuk kepedulian, dan kebersamaan warga,” katanya.

Ia berharap, jalan yang dibangun dengan konstruksi beton, dapat bertahan lama dan memberikan manfaat bagi seluruh warga, khususnya masyarakat yang domisili Perumahan.

Salah satu warga, Afsur Gunawan, mengatakan dirinya ikut membantu proses pengecoran jalan bersama warga lainnya.

Ia mengaku senang melihat jalan yang sebelumnya rusak parah kini mulai dapat dilalui kembali dengan lebih nyaman. Menurutnya, pembangunan tersebut bukan hanya memperbaiki akses warga, tetapi juga menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat.

“Sebagai warga, kami tentu senang karena jalan yang sebelumnya rusak sekarang sudah bisa dilalui. Kami ikut membantu karena ini kepentingan bersama. Kalau dikerjakan bersama-sama, pekerjaan menjadi lebih ringan,” kata Afsur.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter