Tandaseru – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei 2026 dimaknai PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara sebagai langkah krusial dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap penanganan stunting. Melalui program CSR & ER ANTAM Gibest (Gizi Baik Cegah Risiko Stunting), perusahaan pelat merah ini konsisten menyasar hulu penanganan stunting dengan mengedukasi pelajar perempuan di SMA Negeri 1 Halmahera Timur.

Program Kelas Prakonsepsi yang telah berjalan berkelanjutan sejak tahun 2024 ini dilaksanakan secara multipihak, menggandeng tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan pihak sekolah. Tujuannya adalah memutus rantai stunting sejak dini melalui penguatan edukasi gizi seimbang, kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, serta kesiapan calon orang tua di masa depan.

CSR & ER Bureau Head North Maluku Region, Krisno Budiharto, menegaskan isu stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Sebelumnya, Program CSR & ER PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara telah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal hasil riset ahli gizi Maluku Utara, kelas prakonsepsi wanita usia subur, dan pemberian vitamin ibu hamil. Melalui pendekatan preventif kepada pelajar di Kecamatan Maba ini, kami berharap dampaknya akan semakin positif di masa yang akan datang,” ujar Krisno, Rabu (20/5/2026).

Intervensi dari hulu ini dinilai strategis karena mayoritas masyarakat selama ini menganggap stunting hanya persoalan ibu hamil dan balita. Padahal, akar masalahnya sering kali bermula dari rendahnya pemahaman remaja mengenai kesehatan dan pola makan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Pendekatan edukatif dan partisipatif dalam Kelas Prakonsepsi ini terbukti mulai membuahkan hasil di lapangan. Berdasarkan data Puskesmas Buli tahun 2026, angka stunting di Kecamatan Maba berhasil ditekan dari 17,81 persen menjadi 16,52 persen pada Triwulan I-2026, atau mengalami penurunan sebesar 1,29 persen.

Dengan metode sosialisasi interaktif dan diskusi pola konsumsi sehat, para pelajar perempuan di Haltim ini tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi, melainkan didorong menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan kesadaran kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya demi menyongsong generasi emas Indonesia.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter