Tandaseru — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka di Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan jangka panjang perusahaan membangun alur terstruktur guna menjaring talenta unggul yang selaras dengan kebutuhan industri, khususnya di kawasan industri Weda Bay Project yang terus berkembang.

Adapun perguruan tinggi yang terlibat dalam kerja sama ini meliputi Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Politeknik Negeri Jember (Polije).

General Manager HRD PT IWIP Roslina Sangaji dan Direktur Politeknik Negeri Jember
menunjukkan dokumen Perjanjian Kerja Sama. (Dok. IWIP)

General Manager HRD PT IWIP, Roslina Sangaji, menyampaikan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

“Melalui program ini, kami tidak hanya membuka akses bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan industri, tetapi juga membangun fondasi kolaborasi yang lebih erat antara dunia pendidikan dan sektor industri. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi,” ungkap Roslina.

Magang berdurasi tiga bulan ini akan memprioritaskan mahasiswa berbagai jurusan, antara lain teknik metalurgi, teknik pertambangan, teknik elektro, teknik kimia, bahasa dan budaya Tiongkok, teknologi informasi, serta mekatronika, khususnya dari Politeknik Negeri Jember.

Dalam pelaksanaannya, peserta magang akan mendapatkan dukungan penuh dari perusahaan, meliputi pendampingan/mentor, fasilitas transportasi, akomodasi, konsumsi tiga kali sehari, alat pelindung diri (APD), jaminan asuransi, uang saku, hingga sertifikat magang.

Penyerahan souvenir dari Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB, Prof. Syafrizal kepada General Manager HRD PT IWIP Roslina Sangaji usai penandatangan Perjanjian Kerja Sama. (Dok. IWIP)

Lebih dari sekadar program magang, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perusahaan membangun alur seleksi talenta-talenta potensial dan melakukan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. IWIP memanfaatkan program ini untuk mengidentifikasi, membina, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dari lulusan-lulusan terbaik perguruan tinggi yang telah memiliki eksposur dan pemahaman langsung terhadap kebutuhan industri.

Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya memperoleh kandidat yang siap kerja, tetapi juga mampu mempercepat proses adaptasi dan pengisian posisi strategis, baik pada level teknis maupun manajerial, seiring dengan ekspansi dan dinamika industri yang terus berkembang.

Program magang ini dijadwalkan mulai pada Juni 2026, dengan proses rekrutmen yang akan segera dibuka dalam waktu dekat. Selanjutnya, Roslina berharap program ini menjadi langkah awal mencetak tenaga profesional Indonesia yang mampu mengisi berbagai posisi strategis di industri termasuk pada bidang teknik dan manajerial.

Kerja sama ini tentunya dilakukan tanpa mengesampingkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Sebelumnya, PT IWIP telah melaksanakan program serupa dengan berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara. Melalui peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, diharapkan dapat membuka kesempatan bagi putra-putri Maluku Utara yang menempuh pendidikan di institusi tersebut untuk kembali berkarier dan menjadi bagian dari keluarga besar PT IWIP.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter