Tandaseru — Di tengah deru kesibukan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), langkah kaki Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dr. Rosita Alkatiri, M.Kes menyusuri setiap sudut area pelayanan.
Hari itu, ia memilih turun langsung menyapa pasien dan tenaga kesehatan, menelusuri lorong IGD, ruang rawat jalan, hingga ruang rawat inap demi menyerap aspirasi dari garis depan.
Sebagai rumah sakit rujukan utama bagi 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie kerap berhadapan dengan dinamika tingginya angka kunjungan. Saat berada di IGD, dr. Rosita mendapati langsung keluhan masyarakat mengenai keterbatasan tempat tidur—sebuah tantangan klasik ketika gelombang pasien rujukan melimpah dari berbagai penjuru daerah.
Meski begitu, dr. Rosita memastikan keterbatasan fasilitas tak melumpuhkan penanganan medis. Sistem triase dan prioritas klinis tetap menjadi fondasi utama agar setiap nyawa yang datang terlayani dengan sigap.
“Sistem triase dan prioritas klinis menjadi dasar dalam menentukan penanganan pasien. Tim medis dan tenaga kesehatan tetap melakukan pemeriksaan, observasi, tindakan medis, serta pemantauan sesuai kebutuhan dan standar pelayanan,” kata dr. Rosita, Selasa (15/9/2026).
Bagi manajemen, masukan dari masyarakat merupakan cermin untuk berbenah. dr. Rosita menekankan, interaksi tatap muka ini adalah bagian krusial dari pembenahan internal rumah sakit.
“Dengan turun langsung, kami bisa mendengar pengalaman pasien dan melihat kondisi pelayanan dari sisi yang berbeda. Apa yang disampaikan masyarakat menjadi masukan penting bagi kami untuk melakukan perbaikan,” tuturnya.
Ia menyadari, peningkatan mutu tidak sekadar bertumpu pada empati, tetapi juga pada penguatan kapasitas. Untuk menekan kebutuhan pasien berobat ke luar daerah, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie kini tengah memperkuat berbagai layanan spesialistik, di antaranya bedah saraf dan bedah anak.
Langkah peninjauan ini juga dipadukan dengan keterbukaan akses komunikasi. Guna mempermudah warga menyampaikan saran maupun keluhan, manajemen menyediakan beragam kanal resmi, mulai dari Kotak Saran di area rumah sakit, WhatsApp chat only (0822-2339-8008), email rsud.chasanboesoirie.pengaduan@gmail.com, petugas informasi tatap muka, platform nasional LAPOR!, hingga QR Pelayanan Pengaduan yang tersebar di area informasi.
“Pelayanan kesehatan pada akhirnya adalah tentang bagaimana pasien mendapatkan penanganan yang baik dan merasa didengar,” pungkas dr. Rosita.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.