Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, terus bergerak cepat membuka akses transportasi laut di wilayah Loloda Tengah. Langkah ini diperkuat melalui pertemuan luring antara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Halbar, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Jailolo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla), serta jajaran terkait. Pertemuan tersebut khusus membahas rencana labuh jangkar kapal perintis KM Sabuk Nusantara 35 di Barataku, Loloda Tengah.

Kadishub Halbar Fabianus Atajalim saat dikonfirmasi menyatakan pemerintah daerah siap memenuhi sejumlah poin yang menjadi tanggung jawab mereka. Salah satu syarat paling krusial agar KM Sabuk Nusantara 35 bisa segera beroperasi dan melakukan labuh jangkar adalah adanya rekomendasi resmi dari Distrik Navigasi Kelas I Ambon.

“Kami berkomitmen penuh dan beriktikad baik dengan langsung bertolak ke Ambon untuk berkoordinasi. Kami sudah bertemu langsung dengan Kepala Distrik Navigasi Ambon. Hasilnya, mereka berkomitmen penuh dan mendukung penuh rencana labuh jangkar KM Sabuk Nusantara 35 ini,”ungkapnya, Sabtu (15/8/2026).

Sebagai langkah tindak lanjut, Fabianus mengatakan Pemkab Halmahera Barat, KUPP Kelas III Jailolo, dan tim teknis dari Distrik Navigasi Kelas I Ambon dijadwalkan akan segera turun ke lapangan. Mereka akan meninjau langsung kesiapan lokasi labuh jangkar di Barataku.

Fabianus mengungkapkan, Distrik Navigasi Kelas I Ambon bahkan meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Barat segera mengirimkan surat resmi dalam waktu dekat. Surat tersebut menjadi dasar agar tim gabungan bisa langsung turun bersama melakukan survei area. Setelah survei selesai, surat rekomendasi resmi akan langsung diterbitkan di Jailolo menggunakan tanda tangan elektronik guna memangkas birokrasi.

“Untuk sementara, poin paling penting adalah rekomendasi tersebut. Pihak Navigasi sangat mendukung, bahkan mereka meminta jika bisa peninjauan dilakukan secepat mungkin. Saat ini kami sedang menunggu arahan dari Pak Bupati untuk pelaksanaan survei lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, terkait teknis naik turun penumpang, Mantan Camat Loloda Tengah ini mengaku Pemkab Halmahera Barat juga tengah menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk kebutuhan longboat, Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan pihak Lalu Lintas Angkutan Laut. Namun, selama fasilitas tersebut disiapkan, aktivitas penyeberangan penumpang dari kapal ke darat akan memanfaatkan perahu lokal terlebih dahulu. Sementara itu, untuk pembangunan fasilitas tambatan perahu permanen, Pemda akan membicarakannya lebih lanjut dengan kementerian terkait.

Fabianus menyampaikan, Pemkab Halmahera Barat menargetkan seluruh proses administratif dan teknis ini dapat rampung dalam waktu dekat.

“Kita doakan semua berjalan lancar dan cepat. Kami upayakan di tahun baru ini, KM Sabuk Nusantara sudah bisa resmi melayani masyarakat di Loloda Tengah dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Mardi Hamid
Reporter