Tandaseru – Museum Alfred Russel Wallace Ternate menginisiasi pengusulan perubahan nama Jalan Pipit di Kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Tengah, menjadi Jalan Alfred Russel Wallace. Usulan ini didorong masuk dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Ternate 2026–2046.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pemajuan kebudayaan, penguatan city branding Ternate Kota Rempah, sekaligus menyukseskan agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan dihelat di Ternate Agustus 2026 mendatang.
Kepala Museum Alfred Russel Wallace Ternate, Rinto Taib, menyatakan surat pengusulan resmi telah diajukan kepada pimpinan DPRD Kota Ternate 20 Mei lalu. Usulan ini diperkuat landasan historis yang kuat dari hasil penelitian tahun 2019.
“Dukungan hasil penelitian tentang situs rumah Alfred Russel Wallace menunjukkan bahwa lokasi tempat tinggal sang naturalis Inggris tersebut diduga kuat terletak di persimpangan Jalan Pipit dan Jalan Merdeka,” ungkap Rinto.
Dalam rapat yang membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Ranperda RTRW tersebut, Rinto yang juga hadir berkapasitas sebagai Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate membeberkan sejumlah poin penting sebagai justifikasi perubahan nama jalan.
Menurutnya, pergantian nama ini akan memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat terhadap dunia edukasi dan sains. Terutama, atas jejak warisan Wallace yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati (megadiversity), konservasi, dan ekologi berbasis budaya lokal.
“Nama Jalan AR Wallace ini akan meningkatkan pemahaman warga kota, khususnya pelajar dan generasi muda, untuk lebih mengenal jejak naturalis Inggris di Nusantara, khususnya di Ternate,” jelas Rinto.
Ia menambahkan, kekayaan hayati Maluku Utara telah menginspirasi lahirnya ilmu pengetahuan modern melalui karya monumental “Letter from Ternate”. Surat ilmiah tersebut dikirimkan Wallace dari Ternate pada tahun 1858 kepada koleganya, Charles Darwin, di Inggris, yang kemudian mengubah arah teori evolusi dunia.
Selain berdampak pada sektor pendidikan, perubahan nama jalan ini diyakini mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah melalui program kegiatan tematik Wallacea.
“Langkah ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan serta membuka jejaring kemitraan yang lebih luas, baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan maupun pengembangan pariwisata Ternate Kota Rempah,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.